Kota Bekasi, Frekuensi Informasi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, kolaborasi dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) serta Tim Marinir TNI AL melaksanakan susur sungai di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi, Kamis (27/8/2026).
Susur sungai tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan kondisi lingkungan, sekaligus mengidentifikasi potensi sumber pencemar di sepanjang aliran Kali Bekasi. Penyusuran dilakukan menggunakan empat perahu dengan melibatkan unsur pemerintah, dan komunitas lingkungan hidup bersama TNI.
Kegiatan susur sungai dipimpin langsung Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dan Penegakan Hukum (PPKLH-PH) DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina. Wulan didampingi Tim Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi. Tim melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi sungai, termasuk mengidentifikasi aliran sungai, apakah ada aktivitas pembuangan limbah atau pencemar lainnya.
Penyusuran dimulai dari ruas Sungai Cileungsi yang beebatasan dengan wilayah Kota Bekasi. Dilanjutkan mengikuti aliran Kali Bekasi hingga berakhir di kawasan Delta Pekayon.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, tim susur tidak menemukan adanya sumber pencemar yang terindikasi berasal dari aktivitas industri di sepanjang jalur penyusuran. Tim juga tidak menemukan pipa pembuangan limbah industri yang aktif maupun aktivitas pembuangan limbah industri secara langsung ke badan Kali Bekasi.
Ketua KP2C, Puarman mengatakan, kegiatan penyusuran dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus untuk memastikan kemungkinan adanya sumber pencemar yang masuk ke aliran Kali Bekasi.
“Kami tidak menemukan pipa-pipa siluman atau aktivitas pembuangan limbah industri di Kali Bekasi,” ujar Puarman.
Sementara itu, Wulan Agustina menegaskan bahwa kegiatan pemantauan dan pengawasan terhadap Kali Bekasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
“DLH Kota Bekasi berkomitmen untuk menjaga ekosistem kali, khususnya di wilayah administrasi Kota Bekasi dengan melakukan pengawasan bersama unsur pemerintah, komunitas lingkungan, dan Tim Patroli TNI,” kata Wulan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektoral menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan ekosistem sungai. Pemantauan lapangan juga diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi sungai secara langsung serta memastikan setiap indikasi pencemaran dapat ditindaklanjuti berdasarkan hasil pengawasan dan pemeriksaan lingkungan.
DLH Kota Bekasi bersama KP2C dan unsur TNI akan terus mendorong pengawasan kolaboratif sebagai langkah preventif dalam menjaga Kali Bekasi agar tetap berfungsi sebagai bagian penting dari ekosistem dan lingkungan hidup masyarakat Kota Bekasi. (*)















