banner 728x250

Mimpi Savira Kenalkan Tembang Jawa Go International dengan Nyinden

Savira Aulia Rahmawati (14) Pesinden Didekap Presiden Prabowo Usai Mendengar Cita-cita Anak Bangsa itu (Foto/Ist)

Jakarta, Frekuensi Informasi – Savira Aulia Rahmawati (14), pesinden muda penyandang disabilitas, mengungkapkan mimpi besarnya, yakni membawa budaya sinden ke berbagai penjuru dunia. Ia mengaku sudah memasang target untuk membawa seni tembang Jawa berlabuh di panggung internasional.

“Semoga karier saya semakin melejit dan dikenal banyak orang. Cita-cita saya ingin membawa misi budaya go international berkeliling dunia dengan nyinden,” kata Savira saat berbincang dengan Kompas.com di rumahnya wilayah Tangerang, Banten, Jumat (11/9/2026).

Savira mengatakan, di sekolahnya ia merupakan satu-satunya siswa yang menekuni seni tradisi.

Meski begitu, hal itu tak lantas membuat siswi kelas 9 SMP asal Tangerang, Banten, ini merasa berkecil hati. “Di sekolah tidak ada (teman yang kenal budaya wayang atau sinden), cuma aku saja,” kata Savira.

Menurut dia, menjalani profesi sebagai pesinden muda dengan jadwal tampil yang padat tentu membutuhkan kemampuan mengatur waktu dengan baik. Beruntung, komitmennya dalam melestarikan budaya mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.

Para guru memberikan fleksibilitas tanpa mengesampingkan tanggung jawab akademiknya. Savira tetap diwajibkan menyelesaikan seluruh tugas sekolah di sela-sela aktivitasnya di atas panggung. “Sekolah alhamdulillah fleksibel dan guru-guru memahami. Biasanya saya diberikan tugas, jadi selesai pentas tetap mengerjakan tugas sekolah,” jelasnya.

Selain sibuk mengasah vokal dan menjalani kegiatan sekolah, Savira juga rutin berolahraga renang untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus melatih pernapasan yang menjadi modal penting saat menembang.

Tertarik dengan dalang, Savira mengaku bahwa seni pertunjukan tradisi bukanlah hal asing baginya. Sejak kecil, ia sudah menaruh ketertarikan mendalam pada dunia pedalangan. Kegemarannya menonton pertunjukan wayang sempat menumbuhkan cita-cita besar untuk menjadi seorang dalang.

Namun, disadari atau tidak, realitas keterbatasan fisik menuntutnya untuk berkompromi tanpa harus memadamkan api kecintaannya pada budaya Nusantara.

“Awalnya saya bercita-cita jadi dalang. Namun karena keterbatasan fisik, saya berpikir untuk tetap melestarikan budaya yang sesuai dengan kemampuan saya. Dari situ saya tertarik mendalami dunia persindenan,” kata Savira.

Menembus panggung Istana Merdeka Keputusan untuk berpindah haluan ke dunia tembang karawitan (sinden) terbukti tepat.

Berbekal latihan intensif bersama guru sinden senior dari RRI Jakarta, bakat vokal Savira terus terasah hingga suaranya makin terbentuk.

Puncak dari kegigihannya membuahkan hasil manis ketika namanya masuk dalam deretan pengisi panggung Persembahan Spesial Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Momen tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar (goals) dalam hidupnya.

“Perasaan aku pastinya senang banget, bangga, dan terharu. Dulu melihat Kak Farel dan Kak Putri kayak keren banget, dan alhamdulillah tahun ini berkesempatan tampil di Istana Merdeka,” tuturnya.

Bagi Savira, kesempatan berdiri di panggung megah Istana Merdeka bukan sekadar pencapaian personal, melainkan panggung pembuktian bagi teman-teman sebayanya yang memiliki keterbatasan serupa. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *