banner 728x250

Deli Serdang Banjir, Taput Diterjang Aingin Puting Beliung Hingga Merusak 9 Rumah Akibat Cuaca Ekstrim

Banjir dan Angin Puting Beliung di Sumatera Utara (Foto/Ist)

Sumut, Frekuensi Informasi – Bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatera Utara terjadi akibat Cuaca Ekstrim, Sabtu (26/9/2026). Di Kabupaten Tapanuli Utara, terjadi angin puting beliung hingga merusak 9 rumah warga.

Di Kabupaten Deli Serdang, banjir menggenangi permukiman warga hingg warga terpaksa mengungsi.  Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni mengatakan, puting beliung di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terjadi di Desa Siabal, Kecamatan Sipahutar.

“Terjadi angin puting beliung sehingga mengakibatkan rusaknya atap rumah sebanyak 9 unit di Desa Siabal,” ujar Sri Wahyuni dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9/2026).

Menurut Sri Wahyuni, tidak ada korban luka atau meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Pasca kejadian, pihak BPBD langsung turun ke lokasi musibah untuk melakukan proses penanggulangan. “Kami juga melakukan koordinasi dengan Pemkab Taput dan masyarakat untuk penanganan lokasi terdampak,” katanya.

Sementara itu, di Samosir, banjir bandang menerjang Desa Garoga, Kecamatan Simanindo sekitar pukul 18.00 WIB.  “Peristiwa diawali hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan banjir bandang di wilayah Kecamatan Simanindo, Samosir,” ujar Sri Wahyuni.

Akibat banjir tersebut, satu rumah warga rusak dan satu gudang hancur. Tidak ada korban jiwa atau terluka. Namun, empat kepala keluarga di tempat itu mengungsi sementara di tempat keluarganya, karena rumahnya terkena banjir.

Menurut Sri Wahyuni, sejauh ini banjir di sana telah surut. Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, pihaknya bersama Pemkab dan unsur terkait tetap bersiaga.

Di Deli Serdang, banjir menerjang wilayah Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli. Peristiwa diawali curah hujan yang tinggi hingga mengakibatkan meluapnya Sungai Anak Baru.

“Luapan banjir menggenangi rumah warga di Desa Manunggal, total ada 80 warga yang terdampak banjir ini,” ujar Sri Wahyuni. Pasca insiden, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan asesmen di lokasi kejadian.

“Kami melihat permasalahan yang terjadi di lapangan terkait adanya gorong-gorong dan pendangkalan aliran sungai yang sudah tidak lagi mampu menampung debit air sungai tersebut,” kata Sri Wahyuni.

BPBD Kabupaten Deli Serdang selanjutnya menyarankan pihak desa untuk membuat permohonan normalisasi aliran dan pembuatan tanggul kurang lebih 500 meter di sepanjang aliran Sungai Anak Baru.

“Kondisi terkini di Deli Serdang, banjir sudah mulai berangsur surut di lokasi terdampak,” ucap Sri Wahyuni.  (Pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *