Banjarmasin, Frekuensi Informas – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 telah berlangsung 21 hari. Namun hasil operasi belum sepenuhnya berhasil. KM Virgo yang membawa 243 penumpang dan tenggelam pada 13 September 2026 itu masih kehilangan 55 orang.
Berdasarkan keterangan Basarnas, dari jumlah 243 penumpang, Tim Basarnas berhasil mengevakuasi 188 orang. Angka ini terdiri dari: 108 selamat, dan 80 korban meninggal dunia, sementara 55 orang lainnya masih dalam pencarian.
“Telah dievakuasi total 188 orang. 108 selamat, 80 orang meninggal dunia dan 55 orang masih dalam pencarian,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Kantor Pelindo Banjarmasin, Sabtu (3/10/2026) malam.
Pencarian Libatkan 1.200 Orang Sejak KM Virgo dinyatakan hilang kontak dan ditemukan dalam posisi terbalik Minggu (13/9/2026), operasi SAR langsung dilakukan oleh Basarnas.
Sejumlah armada dikerahkan, baik armada laut maupun armada udara dengan total personel yang terlibat mencapai 1.200 orang.
“Kita operasikan 7 pesawat udara, 24 kapal dan 63 personel yang memiliki kemampuan khusus menyelam sehingga jumlah yang terlibat lebih dari 1.200 personel,” kata Syafii.
Syafii melanjutkan, pelaksanaan pencarian terus berkembang dan tidak hanya dilakukan dalam satu metode. Operasi SAR juga dilakukan melalui udara, pencarian di permukaan, penyisiran di pesisir pantai hingga upaya penyelaman.
Seluruh metode yang digunakan tersebut membuat area pencarian terus diperluas hingga ke wilayah perairan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. “Operasi pencarian telah memasuki tahap yang kompleks karena area pencarian semakin luas dan metode pencarian harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tambah Syafii.
Memasuki hari ke-22 pencarian, Minggu (4/10/2026) Basarnas memutuskan untuk tak lagi melanjutkan upaya penyelaman ke bangkai kapal. Meski begitu, operasi tetap dilanjutkan dengan memfokuskan pencarian di area permukaan. Menurut Syafii, saat ini kondisi bangkai kapal sudah tidak memungkinkan bagi penyelam. Baca juga: Jadwal KRL Jogja-Solo pada 1-4 Oktober 2026 dari Tugu ke Palur
Berdasarkan laporan dari penyelam, kondisi kapal terus bergerak. Selain itu, jarak pandang di dalam kapal sangat terbatas sebab air laut yang masuk ke dalam KM Virgo sudah bercampur dengan lumpur. Belum lagi tumpahan minyak, benda-benda tajam serta gas yang berisiko dan membahayakan para penyelam.
“Kapal berisiko mengalami perubahan kemiringan atau pergeseran secara mendadak yang dapat membahayakan penyelam di dalam lambung serta visibilitas yang terbatas akibat endapan sedimen dan puing rawan memicu disorientasi bagi penyelam,” tutur Syafii.
Karena upaya penyelaman tak lagi maksimal, Basarnas mendorong pemilik kapal dan asuransi untuk segera melakukan pengangkatan kapal atau salvage.
Jika salvage telah dilaksanakan, maka pencarian korban di dalam bangkai kapal akan dilanjutkan oleh Basarnas. “Operasi pencarian langsung di dalam lambung kapal akan dilanjutkan kembali secara terukur setelah kapal berhasil diangkat dan dinyatakan dalam kondisi stabil,” kata Syafii. (Yo)















