banner 728x250

BBM Langkah di Bali, Anterean Mengular, Pertamina Sebut Kapal Pembawa Pasokan Segera Tiba

SPBU di Bali Kehabisan BBM (Foto/Ist)

Bali, Frekuensi Informasi – Untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Bali, warga harus mengantre panjang. Kondisi tersebut terlihat di SPBU Jalan Buluh Indah yang sempat tutup. SPBU di Jalan Cokroaminoto, Denpasar juga sempat berhenti beroperasi dan memasang pengumuman BBM habis.

Sementara itu, stok BBM di SPBU sekitar RSUP Prof Ngoerah juga habis meski sejumlah pembeli telah lama mengantre.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, Pertamina telah berupaya mempercepat pemulihan pasokan BBM di Bali.

Pertamina mengatur pengiriman berdasarkan skala prioritas SPBU dan mengoptimalkan suplai secara berkelanjutan selama 24 jam. Ahad menyebutkan, kapal tanker MT Klasogun yang membawa pasokan Pertalite dan Biosolar telah tiba di Fuel Terminal (FT) Sanggaran pada Selasa (13/10/2026). Penyaluran BBM tersebut ditargetkan berlangsung pada siang hari itu.

“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Ahad.

Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga kembali berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperbarui informasi mengenai kondisi terkini pasokan BBM.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (12/10/2026). Koster meminta penjelasan mengenai penyebab antrean panjang kendaraan yang hendak membeli BBM di sejumlah SPBU di Bali.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran PT Pertamina Patra Niaga dan perwakilan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas). Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan juga turut hadir.

“Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas Bali di mata masyarakat dunia,” jelas Koster.

Koster meminta Pertamina segera memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi BBM, terutama jenis Pertalite dan Pertamax. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan masyarakat Bali terpenuhi tanpa harus mengantre terlalu lama di SPBU.

Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter (KL) per hari. Angka konsumsi tersebut menjadi salah satu acuan Pertamina Patra Niaga dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi agar kebutuhan setiap SPBU dapat dipenuhi sesuai kondisi di lapangan. (IW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *