Banjarmasin, Frekuensi Informasi – Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan, dua jenazah kembali berhasil dievakuasi hari ini, Minggu (27/9) melewati Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan sedang dalam perjalanan menuju Palangka Raya.
Setelah tiba di Palangka Raya, kedua jenazah akan dijemput menggunakan helikopter pada Senin (28/9/2026) pagi untuk diterbangkan ke Banjarmasin. “Besok kita jemput di Bandara Palangka Raya, kita evakuasi melalui udara menggunakan heli,” ujar Sudayana dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu malam.
Sudayana mengatakan, evakuasi melalui udara dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, memiliki risiko karena wilayah tersebut masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. “Mudah-mudahan visibility atau jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya cukup baik. Jangan sampai visibility rendah, sehingga heli kita bisa bergerak mengevakuasi,” harap Sudayana.
Sudayana mengatakan, evakuasi melalui udara dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, memiliki risiko karena wilayah tersebut masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. “Mudah-mudahan visibility atau jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya cukup baik. Jangan sampai visibility rendah, sehingga heli kita bisa bergerak mengevakuasi,” harap Sudayana.
Menurut Sudayana, hampir seluruh penyelam yang terlibat dalam pencarian di bangkai kapal saat ini menjalani pemeriksaan menggunakan alat decompression chamber di atas KRI Purwarejo.
Alat tersebut digunakan untuk membantu pemulihan kondisi penyelam setelah melakukan penyelaman berulang pada kedalaman tertentu. “Jadi mereka ini sudah 13 hari melakukan penyelaman, nah ini tentu berpengaruh pada kebugaran dan kesehatan. Maka dari itu dilaksanakan terapi oksigen melalui chamber,” jelas Sudayana.
Setelah menjalani proses tersebut, kondisi penyelam diharapkan kembali bugar sehingga dapat melanjutkan upaya pencarian. 65 Orang Meninggal, 70 Masih Dicari Dengan ditemukannya dua jenazah tersebut, jumlah korban meninggal dalam kecelakaan KM Virgo kini menjadi 65 orang, sedangkan 70 orang masih dalam pencarian. Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumpang mengalami kecelakaan di perairan Kalimantan Selatan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan, termasuk melalui penyelaman ke dalam bangkai kapal. Sejauh ini, DVI Bidokkes Polda Kalsel telah menerima 53 jenazah korban. Dari jumlah tersebut, 25 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Basarnas juga telah mengumumkan perpanjangan operasi pencarian korban selama tujuh hari ke depan. (Anang)















