banner 728x250

Imbas Temuan Ombudsman Rumah Mewah Lapas Cibinong, DPR Menyuruh Dirjen PAS Mundur

DPR RI Minta Pertanggung-Jawaban dari Dirjen PAS Mengenai Temuan Kluster Mewah Kalapas Oleh Ombudsman (Foto/Ist)

Jakarta, Frekuensi Informasi – Irjen Pol (Purn), Mashudi menyatakan dirinya masih sanggup menjalakan tugasnya sebagai Dirjen PAS. Menjadi salah satu alasan dirinya menolak mundur dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) terkait ditemukan klaster mewah pada Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.

“Ini terkait lagi juga dengan warga binaan. Kalau lapas, petugas-petugasnya dengan proses investigasi ini diberikan sanksi, bukan hanya penonaktifan, bahkan kalau terbukti secara nyata bahwa itu dilakukan oleh petugas, bukan hanya dinonaktifkan, Pak, tapi diberhentikan,” ujar anggota Komisi XIII DPR Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo di ruang Komisi XIII DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

“Kalau ada unsur pidananya di dalam proses dengan warga binaan ini, entah suap-menyuap, entah pemerasan, ini juga harus diproses. Ini Pak Dirjen masih sanggup enggak, Pak, ngurus ini nih, Pak?” tanya Yanuar.

“Masih,” teriak Mashudi. “Kalau Bapak enggak sanggup, Bapak mundur juga. Semua ini di dalam pengawasan Pak Dirjen,” tegur Yanuar.

Menurut Yanuar, jika Mashudi sudah tidak sanggup menata dan merotasi para pegawai Ditjen Pemasyarakatan, maka lebih baik dia berhenti saja. Dia mengingatkan Mashudi betapa pentingnya reward and punishment bagi petugas.

Sebab, Yanuar mendapati Mashudi malah mempromosikan petugas yang bermasalah. “Ini catatan saya berikutnya, Pak. Kasi Binadik, ada di sini enggak? Yosep. Kamu maju sini. Kenapa saya sampaikan reward and punishment ini penting di dalam rotasi dan mutasi petugas lapas. Pertama, Pak Wisnu terlalu lama di sana, 3 tahun di sana,” kata Yanuar.

“Yang kedua, temuan ini ada Kasi Binadik, Pak Yosep, yang tahun 2024 bertugas di Rutan Narkoba Salemba. Benar ya, Pak Yosep, ya? Sebagai Kepala Satuan Pengamanan Rutan, yang pada saat Anda dinas di sana, ada 7 narapidana narkoba kabur. Benar?” lanjut Yanuar.

“Benar,” kata Yosep. “Coba bisa dibayangkan Pak. Tahun 2024 Mas Yosep ini sebagai Kepala Pengamanan Rutan, 7 narapidana kabur, 2024 bulan November. Sekarang promosi jabatan, jadi Kasi Binadik di Cibinong. Di mana tanggung jawab Pak Dirjen dalam memutasi, merotasi jabatan seperti ini, Pak?” tukas Yanuar.

Yanuar meminta kepada Mashudi untuk tidak main-main dalam melakukan rotasi. Dia menekankan bahwa rotasi jabatan bukanlah ajang konsolidasi dan untuk saling menutupi kesalahan.

“Dan yang lebih mengerikan lagi kalau ini dijadikan sebuah instrumen untuk penyelewengan. Maka saya minta Pak Dirjen tadi, kalau masih sanggup, bereskan ini, Pak. Jangan like or dislike, apalagi kalau urusan setor-menyetor. Ini semua terbuka, Pak, bisa dilihat rekam jejaknya. Maka saya sampaikan, kalau Pak Dirjen enggak sanggup, lebih gentle mundur, Pak,” kata Yanuar. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *