Jakarta, Frekuensi Informasi – Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi serta Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mengatakan, jumlah lahan yang terbakar di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) terjadi kenaikan. Hal ini menjadi kendala pemadaman sejak tanggal 29-30 September 2026.
Berton memastikan, tim petugas gabungan di lokasi masih berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran makin meluas dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mendapatkan kesimpulan bahwa di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Tengah terjadi kenaikan jumlah lahan yang belum selesai dipadamkan dari hari sebelumnya,” kata Berton dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
Kalau diperhatikan kata Berton, ada kenaikan sebanyak 14 hektare lebih di Kalimantan Tengah yang belum dipadamkan dibandingkan dengan satu hari yang lalu, yaitu 29 September 2026. Ia menuturkan, penanganan karhutla di Kalimantan dilakukan melalui operasi darat dan operasi udara.
“Operasi darat kami mengerahkan sejumlah personel, yaitu 58.918 personel. Ini kami bekali dengan peralatan maupun sarana yang yang dibutuhkan seperti pompa pemadam, pompa apung, sampai kepada GPS maupun drone,” jelasnya.
BNPB juga mengerahkan 54 unit pesawat helikopter. Sebanyak 16 di antaranya untuk patroli dan modifikasi cuaca serta 38 unit untuk water bombing.
“Dari 38 water bombing tersebut, ada 8 di antaranya berasal dari Mabes TNI,” kata dia. Berton menegaskan bahwa tiga helikopter CH-47 Chinook dari pemerintah Jepang kini sudah selesai misinya dalam membantu memperkecil potensi kebakaran. “Kami perlu menyampaikan, per tanggal 29 September 2026, 3 Chinook yang berasal dari pemerintah Jepang sudah selesai misinya dan tentu kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jepang,” imbuhnya. (Joe)















