Sumbar, Frekuensi Informasi – Banjir menerjang Kota Padang, Sumatra Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (10/10/2026) siang. Setidaknya 120 rumah dan evakuasi 672 jiwa ke beberapa kawasan.
Sebanyak 672 warga terdampak terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi, mulai dari tenda pengungsian, musala, hingga warung masyarakat pada Minggu (11/10/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton menjelaskan, banjir melanda tiga kecamatan utama, yakni, Nanggalo, Kuranji, dan Koto Tangah.
“Banjir berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Padang. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan bangunan dan memutus akses jalan di kawasan Guo,” katanya Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan laporan BPBD, hujan deras yang turun sejak pukul 12.00 WIB memicu luapan air di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, sekitar 1 jam kemudian. Genangan air pun meluas ke beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Tabing Banda Gadang dan Gurun Laweh di Kecamatan Nanggalo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, serta Kelurahan Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, dan Batipuah Panjang, Kecamatan Koto Tangah.
Hendri memperincikan bahwa genangan air merendam sekitar 20 rumah di Kelurahan Tabing Banda Gadang, 60 rumah di Kelurahan Kuranji, dan 40 rumah di Kelurahan Lubuk Minturun.
Akibat diterjang arus air, 5 rumah di Kecamatan Kuranji dilaporkan mengalami kerusakan, dengan rincian empat rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat.
“Akses jalan masyarakat di kawasan Guo, tepatnya di sekitar lokasi PDAM, terputus total akibat banjir,” kata Hendri.
Guna menyelamatkan warga yang terjebak, tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi sebanyak 238 warga dari berbagai titik terdampak. Lokasi evakuasi terbanyak berada di Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, yaitu sebanyak 178 orang.
Petugas juga menyelamatkan 30 orang dari Perumahan Abi di Koto Panjang Ikua Koto, 20 orang dari Lapau Munggu di Kuranji, serta masing-masing lima orang dari kawasan Guo dan Kampung Apa untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Saat ini, total pengungsi terkonsentrasi di wilayah Kelurahan Kuranji dengan tersebar di tiga titik utama. Sebanyak 367 orang menempati tenda pengungsian di Lapau Munggu dan rumah-rumah warga sekitar, 250 orang berlindung di Musala Ar-Ridwan Kampung Tangah, dan 55 warga lainnya memilih bertahan di Warung Jembatan Guo.
Secara keseluruhan, terdapat 498 warga lainnya yang turut merasakan dampak banjir di berbagai wilayah Kota Padang.
Di sisi lain, surutnya genangan air mulai menyisakan material endapan seperti lumpur dan pasir tebal di pemukiman warga, salah satunya di Perumahan Lumin Park.
Kondisi ini memaksa para penghuni harus segera turun tangan membersihkan sisa-sisa banjir yang masuk ke dalam rumah. Beni, salah seorang warga terdampak di Perumahan Lumin Park, menuturkan bahwa material tersebut terbawa derasnya arus saat air mulai menerjang kawasan tempat tinggalnya.
Menurut pengamatannya, karakteristik banjir kali ini terbilang berbeda dibandingkan kejadian-kejadian sebelumnya. “Kalau banjir yang dulu, banyak kayu yang terbawa. Kalau sekarang, lebih banyak lumpur dan pasir,” kata Beni sembari membersihkan rumah dan perabotannya yang dipenuhi endapan. (Jef)















