Jatim, Frejuensi Informasi – Kebakaran yang menghanguskan ruang produksi beserta seluruh barang di dalam Pabrik Egg Tray atau tatakan telur di Kab. Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (11/10) sore duduga keras disebabkan korsleting listrik.
Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan menimbulkan kerugian materiil mencapai Rp 150 juta.
Pabrik produksi tatakan telur berbahan dasar karton tersebut diketahui milik seorang warga di Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Guna memadamkan si jago merah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta dua unit truk suplai air ke lokasi kejadian.
Kobaran api yang disertai kepulan asap hitam tebal sempat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak yang cukup jauh. Api dengan cepat merambat lantaran banyaknya tumpukan material egg tray yang kering dan mudah terbakar di dalam area bangunan produksi.
Banyaknya bahan baku yang mudah terbakar membuat api kian membesar hingga menghanguskan seluruh barang di ruangan tersebut sebelum petugas tiba.
Petugas Damkarmat Tulungagung yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Proses penanganan kebakaran berlangsung sekitar dua jam hingga akhirnya dinyatakan padam total dan aman pada pukul 18.30 WIB. Penyebab Kebakaran Diduga Korsleting Listrik Kasi Penyelamatan Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal dari Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tulungagung, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
Percikan api tersebut diduga berasal dari sistem pengering *egg tray* yang berada di dalam ruang produksi. “Korsleting listrik tersebut diduga menimbulkan percikan api yang kemudian membakar egg tray kering. Api lalu membesar dan membakar bangunan produksi beserta barang-barang di dalamnya,” terang Iwan Supriyono di lokasi kejadian, Minggu (11/10/2026).
Meski amukan si jago merah sempat membesar dan meratakan tempat produksi, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa naas tersebut. Sementara itu, berdasarkan perhitungan awal dan keterangan dari pihak pemilik pabrik, total nilai kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir berkisar Rp 150 juta. (Tot)















