Jakarta, Frekuensi Informasi – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti saintek) Stella Christie membuka survei dan meminta masukkan rakyat Indonesia terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi. Ia menuturkan untuk memberikan perkuliahan gratis ada dilematis yang membatasi.
“Kita inginnya UKT (Uang Kuliah Tunggal) murah atau bahkan gratis, tapi gaji dosen harus tinggi dan juga dana riset harus banyak,” ucap Stella mengawali video yang diunggah di akun Instagram, Jumat (9/10/2026).
Menurut Stella, perguruan tinggi rumit. Ia menjabarkan pola segitiga dalam menjalankan perguruan tinggi dengan masing-masing aspek kualitas, keterjangkauan, dan kuantitas yang sulit untuk menyambungkan seluruhnya.
Keterjangkauan harus diseimbangkan dengan kualitas yang baik
“Bapak Presiden mencanangkan bahwa kita akan menuju ke Perguruan tinggi Negeri gratis. Inilah yang dimaksud dengan keterjangkauan. Tetapi keterjangkauan ini tetap harus diseimbangkan dengan kualitas yang baik. Tentu saja kita tidak mau perguruan tinggi kita itu gratis tapi abal-abal. Nah kalau kualitasnya baik dan terjangkau atau bahkan gratis, bisakah ini kita berikan sebanyak-banyaknya? Wah anggarannya itu tak terpikirkan dong, jadi sulit untuk tiga-tiganya itu nyambung,” tutur Stella.
Namun suatu negara juga tidak bisa mencari posisi aman dengan memilih berada di tengah-tengah ketiga aspek ini.
Sebab, jika demikian maka dari ketiga aspek itu tidak ada aspek yang paling unggul.
Kualitasnya tengah-tengah, terjangkaunya tengah-tengah, kuantitasnya pun demikian.
Menurut Stella, situasi ini tidak baik. “Jadi, semua harus memilih strategi. Misalnya Amerika Serikat memilih strategi lebih kepada kualitas dan kuantitas. Bagus kualitasnya, kuantitasnya juga lumayan banyak. Tetapi, kalian tahu, kuliah di Amerika Serikat itu mahalnya luar biasa,” Stella memberi contoh nyata.
Tiap negara punya kebijakan berbeda soal perguruan tinggi Sedangkan China lebih memilih mengutamakan kualitas dan keterjangkauan. Sehingga, kuantitasnya dibatasi.
“Nah menurut kalian Indonesia perguruan tinggi kita ini sekarang berada di mana? Ayo tolong isi di survei, kita ingin masukan dari kalian,” kata alumnus Harvard University ini.
Pertanyaan kedua dari Stella, menurut rakyat, perguruan tinggi Indonesia harusnya condong ke aspek mana di dalam segitiga tersebut.
“Ayo jawab karena ini sangat membantu kita untuk memikirkan kebijakan kita dengan sebijaksana mungkin,” pinta Stella.
Dalam satu hari unggahan Stella ini sudah mendapat hampir 1.000 komentar. Ada yang menyinggung soal Universitas Republik Indonesia (URI), ada pula yang mengaitkannya dengan program Makan Berigizi Gratis, sebagaimana dikutip, Mingg (11/10).















