banner 728x250

Alasan Jepang Akhiri Misi Karhutla Menurut BNPB Karena Indonesia Dipandang Bisa Menyelesaikan

Jepang Akhiri Misi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan (Foto/Ist)

Jakarta, Frekuensi Informasi – Meluruskan alasan berakhirnya misi bantuan Jepang dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, menurut BNPB karena Jepang Percaya Indonesia dipandang bisa menyelesaikan.

“Penugasan sudah selesai, dan Indonesia juga dipandang bisa menyelesaikan sendiri, bukan Indonesia menolak bantuan mereka,” kata Plt Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Berton mengatakan, berakhirnya misi bantuan Jepang untuk pemadaman karhutla bukan semata-mata Indonesia bebas dari karhutla. Tetapi merupakan berakhirnya penugasan bantuan internasional yang telah dilaksanakan sesuai dengan koordinasi dan kesepakatan kedua negara.

Mengutip pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Jepang pada 29 September 2026, kata Berton, operasi bantuan pemadaman dilaksanakan pada 16–29 September 2026.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi karena dukungan tersebut telah membantu mencegah meluasnya kebakaran, sekaligus menyampaikan bahwa penanganan selanjutnya dapat dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia,” kata dia.

Selama periode tersebut, tiga helikopter CH-47 Chinook milik Jepang melakukan lebih dari 40 operasi pemadaman udara dan menjatuhkan sekitar 220 ton air untuk membantu memadamkan api di Kalimantan.

“Jadi, kami melihat berakhirnya misi ini sebagai bagian dari kerja sama kemanusiaan Indonesia–Jepang yang telah dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan koordinasi kedua negara,” ucap dia.

Setelah misi Jepang berakhir, Indonesia tetap melanjutkan penanganan karhutla melalui operasi satuan tugas darat, dukungan udara, pemantauan titik api, serta upaya pencegahan kebakaran berulang. Berton mengingatkan, potensi karhutla masih perlu diwaspadai, terutama di lahan gambut yang dapat kembali terbakar.

Oleh karena itu, pemadaman dan pencegahan tetap harus dilakukan meskipun bantuan internasional telah berakhir.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang dan seluruh personel yang telah membantu Indonesia. Kerja sama ini juga menjadi pengalaman penting dalam memperkuat koordinasi dan kapasitas penanganan bencana kedua negara ke depan,” ujar Berton.

Jepang akhiri misi karhutla Diberitakan, Jepang mengakhiri misi pemadaman karhutla di Indonesia pada 29 September 2026 lalu. Dikutip dari siaran pers, Kementerian Pertahanan Jepang menyebutkan bahwa misi itu diakhiri karena pemerintah Indonesia menyatakan bahwa upaya penanganan karhutla dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Berikut pernyataan lengkap Kementerian Pertahanan Jepang mengenai berakhirnya misi karhutla yang dirilis pada 29 September 2026:

  1. Terkait kebakaran hutan hebat yang menyebabkan kerusakan serius di Republik Indonesia, pada 28 Agustus 2026, Menteri Luar Negeri Jepang berkonsultasi dengan Menteri Pertahanan mengenai pelaksanaan kegiatan bantuan bencana internasional. Setelah konsultasi tersebut, Menteri Pertahanan Jepang memerintahkan Komandan Komando Operasi Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang untuk melaksanakan kegiatan bantuan bencana internasional di Republik Indonesia.
  2. Menindaklanjuti perintah tersebut, helikopter angkut CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang telah melaksanakan operasi pemadaman kebakaran di Pulau Kalimantan sejak 16 September.
  3. Selanjutnya, Pemerintah Indonesia menyampaikan kepada Jepang bahwa operasi pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh Pasukan Bela Diri Jepang telah berkontribusi dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan bahwa upaya penanganan lebih lanjut dapat dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.
  4. Menindaklanjuti hal tersebut, hari ini Kementerian Pertahanan Jepang mengeluarkan perintah untuk mengakhiri kegiatan bantuan bencana internasional di Republik Indonesia. Setelah menyelesaikan operasi pemadaman kebakaran yang telah dijadwalkan hari ini, unit tersebut akan mengakhiri kegiatannya di Indonesia dan kembali ke Jepang segera setelah persiapan selesai. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *