Jakarta, Frekuensi Informasi – Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, lembaga antirasuah mengamankan 20 orang di Klaten dan Jakarta. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo sempat dibawa ke Mapolresta Klaten bersama pihak lain yang diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Setelah menjalani pemeriksaan secara maraton di Mapolres Klaten, mereka langsung dibawa ke Jakarta, Kamis malam itu untuk diperiksa lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (15/10/2026) tersebut, lembaga anti-rasuah juga menabgkap Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.
“Selain mengamankan para pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan sementara sekitar Rp 1 miliar,” ujar Budi kepada wartawan Kamis.
Budi menjelaskan, OTT kali ini berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lain dari organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menambahkan, ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh Hamenang kepada oknum BPK terkait dengan audit.
“Sehingga pihak-pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, selain bupati selaku penyelenggara negara, juga ASN dari lingkungan Pemkab Klaten maupun BPK, serta unsur swasta,” pungkasnya.
Lalu, siapa sosok Ahmad Luthfi Rahmatullah, pejabat BPK yang terseret dalam OTT KPK Bupati Klaten ini ?
Dilansir dari laman resmi BPK Jateng, Luthfi lahir di Jakarta pada 13 Januari 1967. Ia menamatkan D-3 Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1989.
Setelah itu, ia meraih gelar S-1 Akuntansi dari Universitas Padjadjaran pada 1999. Di universitas yang sama, Luthfi menempuh S-2 Ilmu Hukum dan lulus pada 2011.
Luthfi bergabung dengan BPK sejak 1989. Sebelum memimpin perwakilan di Jateng, ia pernah menjabat Kepala BPK Perwakilan Provinsi Papua Barat dan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo.
Ia juga pernah mengikuti Diklat Penguatan Implementasi Kebijakan Pemeriksaan LKPD, Diklat Eksekutif tentang Integrasi Perencanaan Pemeriksaan dan Kelembagaan, serta Diklat Cyber Security untuk Eksekutif. Pelatihan lainnya adalah Diklat Certified State Finance Auditor (CSFA) dan Diklat Kepemimpinan Tingkat III.
Selama berkarier, Luthfi menerima Satyalencana Wira Karya tahun 2001 dan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun pada 2002. Ia kemudian meraih Satyalancana Karya Satya 20 Tahun pada 2010 dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun pada 2024. (Joe)















