DIY, Frekuensi Informasi – Unjuk rasa di DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (20/10/2026) berujung ricuh. Awalnya massa berdialog dengan pimpinan-pimpinan fraksi di DPRD. Namun dialog tak menemukan titik temu karena massa meminta untuk masuk ke ruang rapat DPRD.
Polisi menyebut kericuhan dipicu adanya lemparan batu dan menyalakan petasan, setelah dialog deadlock, terjadi aksi pelemparan batu hingga mengarah ke warga dan menyulut emosi.
Kericuhan pun pecah sekitar pukul 21.30 WIB. Pantauan di lokasi, beberapa orang tampak diamankan oleh Polisi dan mendapatkan pertolongan medis. Mereka dimintai keterangan di lobby DPRD DIY.
Ketua Komisi B, DPRD DIY Andriana Wulandari mengatakan, sebelum kericuhan terjadi, pihaknya sudah siap untuk menemui perwakilan massa.
“Kami siap menerima aspirasi mereka tetapi perwakilan. Kami tidak bisa menjamin keamanan ketika mereka mau masuk ke dalam. Tapi di belakang kok tahu-tahu ada terdengar dor-dor tadi, kami enggak tahu. Tahu-tahu kami ke sini ternyata teman-teman mahasiswa sudah mulai merangsek ke luar,” katanya.
Kabid Humas Polda DIY, Kombespol Ihsan menyampaikan, gesekan massa dengan Polisi sempat beberapa kali terjadi.
Ia menambahkan, Polisi sudah membuka ruang dialog dengan massa namun tak kunjung mendapatkan kesepakatan. Dia menyampaikan pemicu dari kericuhan adalah adanya pelemparan batu dan menyalakan petasan.
Soal orang yang mengalami luka-luka, Ihsan menyampaikan saat ini juga masih dalam proses pendataan.
Saat siang terdapat satu orang yang mendapatkan perawatan dan saat ini sudah diperbolehkan pulang.
Dikutip, Selasa (20/10), aksi demonstrasi terkait 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran Aksi di Yogyakarta ini dilaksanakan dua lokasi, yakni, di halaman DPRD DIY dan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta. Unjuk rasa di DPRD DIY berlangsung sejak pukul 12.00 WIB diawali dengan massa aksi berpakaian biru.
Tak lama kemudian, terdapat massa aksi lain yang datang masuk ke halaman DPRD DIY. Mengetahui adanya pihak lain, massa aksi dengan pakaian biru tersebut lalu meninggalkan lokasi. Sementara, massa dengan pakaian hitam masih menduduki halaman kantor DPRD DIY
Dalam perjalanannya, massa sempat bentrok dengan aparat keamanan beberapa kali. Mereka ingin memasuki ruang rapat DPRD DIY lalu dihalangi oleh polisi.
Sementara itu, di lain tempat, massa aksi dengan jas berwarna merah berkumpul di Titik Nol Kilometer sekitar pukul 14.00 WIB. Massa dari Aliansi UMY Bergerak (UMB) tersebut menyampaikan sorotan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Seperti Indonesia yang masuk sebagai anggota Board of Peace (BOP), reshuffle yang dilakukan presiden Prabowo, hingga sorotan terhadap program makan bergizi gratis (MBG) dan Kopdes. Mereka kemudian membubarkan diri sekitar pukul 16.45 WIB. (Tot)















