Temanggung, Frekuensi Informasi – 974,3 Hektare kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 3 Kabupaten, yakni: Gunung Sumbing wilayah Wonosobo, Magelang, dan Temanggung, Jawa Tengah berhasil dipadamkan.
Total luas lahan yang terdampak kebakaran di tiga kabupaten tersebut mencapai 974,3 hektare. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Dia mengatakan, karhutla yang dilaporkan sejak 19 Oktober 2026 itu diduga disebabkan oleh aktivitas manusia.
Luthfi menyatakan, aparat kepolisian di masing-masing kabupaten akan menyelidiki penyebab kebakaran di gunung dengan ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaporkan, seluruh titik api di wilayah Gunung Sumbing yang masuk Kabupaten Wonosobo dan Magelang berhasil dipadamkan pada Jumat (23/10/2026).
Sementara itu, titik api di wilayah Temanggung baru dinyatakan padam pada Sabtu (24/10/2026).
Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas 362 hektare di Wonosobo, 213,4 hektare di Magelang, dan 398,9 hektare di Temanggung. Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Dimyati, mengatakan kepada Kompas.com di Basecamp Bimawari bahwa pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran di Gunung Sumbing.
Dimyati menyebutkan, vegetasi yang dominan terbakar meliputi sabana, tegakan mlanding, dan bintami. Menurut dia, embusan angin yang sangat kencang membuat kobaran api membesar hingga merembet ke wilayah Magelang dan Temanggung. Api pertama kali diketahui muncul di jalur Gajahmungkur, Wonosobo. Kondisi tersebut turut menyulitkan proses pemadaman. Selain itu, topografi kawasan yang curam menyulitkan petugas menjangkau titik api. (Joe)















