Jakarta, Frekuensi Informasi – Pada 1 Oktober 2024 saat masa kampanye Pilkada Jakarta, Pramono menjanjikan wisata gratis ke Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan orang tuanya.
Kini, Warga Jakarta bersatu mendatangi kantor pemerintahan untuk menagih janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, yang dijanjikan gratis.
Setelah menggelar aksi di Balai Kota Jakarta pada Senin (26/10/2026), warga kini mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta pada Selasa (27/10/2026). Mereka meminta dukungan DPRD agar masyarakat bisa menikmati kawasan wisata Ancol tanpa dipungut biaya tiket masuk.
“Iya, ini kan hasil dari audiensi kita kemarin ke Balai Kota. Kemarin kita sudah ke sana, terus mereka bilang ada persoalan perda yang mengatur terkait tidak bisa masuknya masyarakat umum ke Ancol secara gratis,” kata Juru Bicara Warga Jakarta Bersatu, Andi, saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.
Andi mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD DKI merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan pengelola Ancol sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, warga mendapat penjelasan bahwa terdapat persoalan peraturan daerah (perda) yang mengatur pemberian akses gratis bagi masyarakat umum ke Ancol.
Karena itu, mereka mendatangi DPRD DKI untuk mempertanyakan aturan tersebut sekaligus meminta agar regulasi yang dianggap menghambat pemberian akses gratis itu ditinjau kembali.
Andi mengatakan, dalam audiensi tersebut, perwakilan DPRD DKI Jakarta menyampaikan bahwa tuntutan mereka akan dibawa ke rapat Komisi B. DPRD juga berjanji akan mempertemukan pihak-pihak terkait, mulai dari pengelola Ancol, gubernur, hingga badan usaha milik daerah (BUMD), untuk membahas kemungkinan pemberian akses gratis bagi masyarakat.
Menurut Andi, tuntutan utama mereka adalah agar seluruh masyarakat Jakarta bisa masuk Ancol tanpa harus membayar tiket. Ia menilai, biaya yang harus ditanggung warga cukup besar, terutama bagi keluarga yang datang bersama anak-anak. Andi mencontohkan, biaya parkir kendaraan dan tiket masuk masing-masing mencapai Rp 25.000.
Dengan demikian, pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi harus mengeluarkan Rp 50.000 untuk parkir dan tiket masuk, belum termasuk biaya lainnya.
Meski telah menyampaikan aspirasi kepada DPRD DKI Jakarta, Warga Jakarta Bersatu masih ingin bertemu langsung dengan Pramono.
Andi mengatakan, mereka berencana kembali mengajukan audiensi ke Balai Kota Jakarta dalam waktu dekat.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi warga untuk menanyakan langsung realisasi janji kampanye Pramono mengenai tiket masuk Ancol gratis.
Selain itu, Andi meminta Pemprov DKI Jakarta menyosialisasikan mekanisme masuk Ancol secara gratis apabila warga harus mengajukan permohonan terlebih dahulu.
Menurut dia, informasi mengenai prosedur tersebut belum diketahui oleh seluruh masyarakat. “Kalau Pemda berani, ya sosialisasikan saja di masyarakat melalui media-media massa atau kelurahan, kecamatan, bagaimana orang bisa masuk Ancol gratis,” tuturnya. (Joe)















