Jakarta, Frekuensi Informasi – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, mengungkapkan sejumlah sektor yang menjadi sentra korupsi.
Dari sejumlah sektor yang disebut Mahfud, salah satunya ada di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Jadi sentra korupsi itu ada di ATR/BPN, ada di Pertambangan, kemudian ada di Pajak, kemudian ada di Cukai. Itu sentra korupsi, sudah lama begitu, dan sudah hampir menjadi teori itu sejak dulu,” kata Mahfud dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Jumat (18/9/2026),
“Nah, ini kebetulan terjadi lagi seperti ini masalah pertanahan ini.” kata dia.
Dalam dialog yang sama, Mahfud sebelumnya juga menjawab pertanyaan wartawan tentang apa kemungkinan mengapa pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memeriksa Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid sebagai saksi.
Ia menduga ada dua kemungkinan KPK belum memeriksa Nusron. Pertama, KPK takut karena Nusron merupakan figur publik yang dianggap kuat secara politik.
“Satu KPK ini jeri gitu. Jeri, itu apa? takut gitu ya, mengungkap itu karena mungkin ini adalah anak buahnya presiden, dan figur publik yang taruhlah dianggap kuat secara politik gitu ya,” tuturnya.
“Kemudian yang kemungkinan kedua, dia dalam rangka sopan santun politik agar Presiden diberitahu dulu.” ujar Mahfud.
Ia kemudian mencontohkan penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi dan Idrus Marham beberapa tahun lalu. Saat itu, kata Mahfud, presiden diberitahu sebelum menetapkan tersangka.
“Kan presiden diberitahu dulu ketika akan ditangkap gitu, ketika akan dijadikan tersangka. Mungkin ini juga begitu,” ucap Mahfud.
“Terbukti kan Nusron tidak membantah substansinya tadi, hanya mengatakan ‘Kita hormati proses hukum’, kan gitu. Dia tidak menjelaskan bahwa dia tidak tahu apalagi terlibat begitu, belum.” tambah Mahfud.
Jika KPK tidak segera memanggil dan menjelaskan pada publik tentang posisi Nusron, Mahfud menilai hal itu akan menambah sejumlah pertanyaan gelap untuk KPK.
“Kalau pejabat-pejabat kecil gitu gak apa-apa posisinya gak dijelaskan. Ini kan orang nomor satu nih orang nomor satu di ATR BPN, yang selama ini memang merupakan salah satu sentra korupsi,” tuturnya. (*)















