Jakarta, Frekuensi Informasi – Reformasi, reformasi, reformasi, teriak Mahasiswa Universitas Jayabaya yang berubjuk rasa sambil berjalan ke arah barrier. Kemudian mereka mendorong, menendang, dan memukul barrier ingin menuju ke Istana Negara.
Mahasiswa Universitas Jayabaya yang berunjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Gedung BSI Tower dan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) tersebut mencoba menerobos barrier atau pembatas jalan untuk menuju Istana Negara.
Teriakan massa yang mendesak polisi untuk mundur terus terdengar beriringan dengan usaha mereka mendorong barrier. Barrier dari beton itu bahkan sempat goyah dan miring karena terus didorong oleh para massa aksi.
Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya dan sejumlah polisi yang berjaga langsung menghampiri massa aksi yang mencoba menerobos. “Sabar mas. Mohon tenang, maaf,” ucap Agus kepada para massa aksi.
Ketegangan itu akhirnya berujung pada aksi pembakaran keranda bambu yang dibawa oleh para massa. Namun, upaya pembakaran tersebut justru berujung cekcok saat sejumlah polisi tiba-tiba datang dan menghampiri titik pembakaran.
Saat cekcok berlangsung, alat pemadam api ringan (APAR) berisi foam disemprotkan oleh pihak kepolisian ke arah kerumunan. (Joe)















