Bangkalan, Frekuensi Informasi – Beberapa pekan terakhir seiring musim kemarau yang berkepanjangan, Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare akut di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terus meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan dr Nunuk Kristiani mengatakan, jumlah penderita ISPA meningkat dalam dua pekan terakhir, yakni, minggu ke-35, tercatat 647 pasien ISPA.
Kadinkes, dr Nunuk Kristiani menambahkan, kemudian minggu ke-37 ini jumlahnya mencapai 831 pasien. Jadi jumlah peningkatannya ada 184 pasien.
Menurut Nunuk, musim kemarau menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus ISPA. Saat kemarau, kelembapan udara menurun dan debu lebih mudah berterbangan.
“Iya saat kemarau panjang banyak debu berterbangan dan masuk mengganggu saluran pernapasan,” ucapnya.
Kasus diare akut juga meningkat Selain ISPA, kasus diare akut juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Nunuk mengatakan, pada minggu ke-35 tercatat 338 pasien diare akut.
“Lalu pada minggu ke-37, angkanya naik menjadi 402 pasien,” ungkapnya.
Menurut Nunuk, salah satu faktor yang diduga penyebab meningkatnya kasus diare akut adalah keterbatasan akses terhadap air bersih selama musim kemarau.
Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih diduga memanfaatkan sumber air dengan kualitas yang kurang baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pencernaan. Kondisi itu menjadi perhatian karena sebanyak 44 desa di Bangkalan mengalami krisis air bersih selama musim kemarau. Akibatnya, kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah belum dapat terpenuhi.
“Mayoritas ya karena kekurangan air dan kebersihan lingkungan yang kurang,” tuturnya dikutip, Jumat (25/9).
Selain ISPA dan diare akut, Dinkes Bangkalan juga mencatat kasus Influenza-Like Illness (ILI) sebanyak 404 pasien dan suspek demam tifoid sebanyak 184 pasien.
“Semua pasien-pasien itu dirawat di berbagai puskesmas dan juga rumah sakit. Sehingga sudah mendapatkan penanganan,” ujar Nunuk kepada awak media. (Tot)















