Mojokerto, Frekuensi Informasi – Warung pedagang nasi jagung milik Suci (80) yang sudah eksis sejak sekitar 40 tahun lalu terkenal murah. Bukan hanya itu, porsinya juga melimpah. Seporsi nasi jagung dengan kulup daun singkong, serundeng kelapa dan rempeyek ikan di Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Jawa Timur, dijual dengan harga Rp 4.000 per porsi.
”Yang beli dari beberapa wilayah di Mojokerto. Tadi ada juga yang bilang dari Kediri,” ungkap Suci kepada wartawan di warung sekaligus rumahnya, Minggu (1/11/2026).
Sebetulnya, dengan harga Rp 4.000, pembeli bisa memilih menu nasi jagung dengan sayur kulup daun singkong atau nasi jagung sayur lodeh. Masing-masing disertai taburan rempeyek ikan.
Namun, terkadang ada pembeli yang meminta campur. Meski begitu, harganya tetap sama. Rp 4.000.
Menurut Suci, harga Rp 4.000 itu baru saja di terapkan sekitar sebulan yang lalu. Sebelumnya, harganya sekitar Rp 3.000. Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, harga seporsi nasi jagung pernah dijual Rp 2.000.
Gorengan yang dijual juga sedikit naik. Dari Rp 500 menjadi Rp 1.000. Suci terpaksa menaikkan harga dagangan karena dampak bahan-bahan yang juga serba naik.
Karena harga yang terlampau murah itu, ia sering dapat gurauan dari para pembeli, niat jualan atau sedekah. Suci mengaku tidak memiliki alasan khusus. Yang penting, bagi dia, hasil kerjanya bisa mencukupi kebutuhan.
”Orang-orang pada bilang, jualan apa sedekah. Tidak ada alasannya, pokoknya Rp 4.000 itu begitu saja. Yang penting bisa cukup untuk makan, untuk perputaran yang lain semuanya. Tidak sampai mencari utangan,” kata Suci. Ia mengaku tidak menghitung berapa porsi yang mampu dijual per hari. Namun, warung nasi jagungnya selalu buka mulai pukul 06.00 WIB hingga usai maghrib. (Tot)















