Jakarta, Frekuensi Informasi – Presiden Prabowo Subianto menghentikan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) untuk menjalani pemeriksaan karena diduga melakukan penyadapan nomor ponsel milik pribadi Presiden secara ilegal.
Penghentian jabatan KSP Listyo Sigit dicopot setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dugaan penyadapan, penghapusan bukti elektronik, serta akses ilegal, Rabu (4/11/2026).
Dalam perkara itu, Bareskrim Polri juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, yakni Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri Inspektur Jenderal Ahrie Sonta Nasution dan seorang perwira tinggi bernama Eko Hadi Santoso.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pencopotan Listyo diputuskan pada Rabu pagi dan dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres).
“Pagi hari ini tadi Bapak Presiden telah mengambil keputusan dan telah menandatangani Keputusan Presiden berkenaan dengan pemberhentian Saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu.
Untuk sementara, posisi KSP akan diisi Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo. Sebelumnya, Ariyo menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres).
Prasetyo juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo merasa prihatin atas dugaan penyadapan yang menjerat Listyo. Di balik kabar pemberhentiannya, perjalanan karier Listyo terbilang panjang.
Sebelum menduduki sejumlah posisi strategis di kepolisian hingga akhirnya dipercaya menjadi Kapolri, ia menghabiskan masa muda di Yogyakarta dan mengawali karier di wilayah Jawa Tengah.
Dilansir dari Kompaspedia, Rabu (27/1/2021), Listyo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Meski demikian, ia menghabiskan masa muda sekaligus menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta. Setelah lulus SMP, Listyo melanjutkan sekolah ke SMA 8 Yogyakarta. Semasa sekolah, ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, pendiam, dan tidak banyak ulah.
Ia menamatkan pendidikan SMA pada 1988. Setelah itu, Listyo melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dan lulus pada 1991. Lulus dari Akpol, Listyo memulai pengabdiannya di kepolisian dengan sejumlah penugasan di wilayah Polda Jawa Tengah (Jateng). Sambil menjalani karier, ia juga melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Listyo mengambil program S2 Kajian Kepolisian di Universitas Indonesia (UI) dan menyelesaikannya pada 2005. Tesisnya berjudul “Efektivitas Mediasi oleh Kepolisian dalam Penanganan Konflik Etnis di Kalijodo”.
Karya tersebut membahas konflik Kalijodo dengan menyoroti peran polisi sebagai mediator.
Karier Listyo di kepolisian kemudian berlanjut ke sejumlah jabatan pimpinan di daerah.
Pada 2008, ia dipercaya menjadi Kapolres Pati. Dua tahun berselang, ia menjabat Wakapolrestabes Semarang. Puncak penugasannya di wilayah Jawa Tengah terjadi pada 2011, ketika Listyo diangkat menjadi Kapolresta Solo.
Saat itu, Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Setelah bertugas di sejumlah wilayah Jawa Tengah, perjalanan karier Listyo berlanjut ke tingkat pusat.
Pada 2012, ia menjabat Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Dirkrimum Polda Sulawesi Tenggara. Kariernya semakin berkembang setelah Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai ajudan. Listyo mulai menjalankan tugas tersebut pada 27 Oktober 2014.
Dua tahun kemudian, ia mendapat promosi menjadi brigadir jenderal sekaligus dipercaya memimpin Polda Banten. Penunjukan pada 2016 itu menjadikannya salah satu kapolda termuda. Ia menduduki jabatan tersebut hingga 2018.
Pada tahun yang sama, Listyo mendapat tugas baru sebagai Kadiv Propam Polri dengan kenaikan pangkat menjadi inspektur jenderal.
Perjalanan kariernya berlanjut ke posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Ia menggantikan Idham Azis yang diangkat menjadi Kapolri pada 2019.
Jabatan tersebut sekaligus mengantarkannya menyandang pangkat komisaris jenderal atau bintang tiga. Nama Listyo kemudian masuk dalam bursa calon Kapolri.
Pada 13 Januari 2021, Presiden ke-7 RI Jokowi mengajukannya sebagai calon tunggal Kapolri melalui surat presiden yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Ketua DPR Puan Maharani.
Dua pekan setelahnya, tepatnya Rabu (27/1/2021), Jokowi melantik Listyo sebagai Kapolri ke-25. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta. (Joe)















