banner 728x250

Aturan Rekrutmen Relawan SPPG Jumlahnya Mengikuti Penerima MBG, Ini Penjelasan BGN

Dapur SPPG (Foto/Ist)

Jakarta, Frekuensi Informasi – Juru Bicara BGN Tysa Novenny menjelaskan, alternatif perhitungan jumlah relawan disusun untuk membantu mitra SPPG menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan kapasitas pelayanan masing-masing dapur. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat merekrut relawan untuk melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tergantung jumlah porsi MBG yang disajikan.

“Berdasarkan alternatif perhitungan BGN, SPPG dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 3.000 orang dapat menggunakan acuan kebutuhan 47 relawan per hari,” kata Tysa dalam keterangan pers, Jumat (6/11/2026).

Sementara itu, untuk SPPG dengan 2.500–2.999 penerima manfaat dapat merekrut 42 relawan, 2.000–2.499 penerima manfaat sebanyak 33 relawan, 1.500–1.999 penerima manfaat sebanyak 24 relawan, serta 1.000–1.499 penerima manfaat sebanyak 15 relawan.

“Angka tersebut merupakan alternatif kebutuhan tenaga, bukan batas maksimal jumlah relawan yang diperbolehkan bekerja di SPPG,” tegas Tysa. Dapur tetap dapat memiliki jumlah relawan lebih banyak dari angka acuan tersebut selama total biaya operasional tidak melebihi pagu maksimal Rp 3.000 per penerima manfaat per hari.

“Bagaimana jika jumlah relawan melebihi angka alternatif kebutuhan tadi? tidak apa-apa asalkan biaya operasionalnya tidak melebihi pagu Rp 3.000 per penerima manfaat per hari,” tutur Tysa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga relawan pada dasarnya disesuaikan dengan skala pelayanan.

Jika semakin besar jumlah penerima manfaat yang dilayani, maka semakin besar pula kebutuhan tenaga yang dibutuhkan begitu pun sebaliknya. Mitra SPPG juga dapat menerapkan sistem shifting atau pergiliran jadwal kerja relawan.

Skema tersebut memungkinkan pengaturan tenaga kerja secara lebih fleksibel berdasarkan kebutuhan pelayanan harian tanpa harus melakukan pengurangan jumlah relawan secara langsung. “Sekali lagi, kami tidak pernah meminta dapur SPPG untuk mengurangi jumlah relawan. Tetapi, para mitra dapat mencoba alternatif pengaturan melalui sistem shifting relawan setiap harinya sesuai dengan kebutuhan dan jumlah penerima manfaat yang dilayani,” pungkas Tysa.  (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *