banner 728x250

Warga Solok Ditemukan Meninggal Terseret Arus Banjir Bandang 11 Km

Korban Meninggal Terseret Arus Banjir Bandang Di Padang, Kab. Solok Ditemukan Sekitar 11 km Dari Lokasi (Foto/Ist)

Padang Solok, Frekuensi Informas – Seorang warga yang hilang setelah banjir bandang atau galodo menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret arus sekitar 11 kilometer.

Korban bernama Dafi, sekitar 20 tahun, ditemukan tim gabungan pada Selasa (22/09/2026). Jasad korban ditemukan saat petugas menyisir aliran sungai yang menjadi jalur material galodo.

Kabag Ops Polres Solok, AKP Indra Kusuma, mengatakan korban ditemukan setelah terseret arus cukup jauh dari lokasi awal bencana. “Korban atas nama Dafi ditemukan sekitar 11 kilometer terseret arus,” kata Indra, Selasa.

Lokasi penemuan berada di aliran Sungai Koto Gaek, di kawasan perbatasan dengan Jawi-jawi. Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi ke RSUD Arosuka untuk proses identifikasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang Abdul Malik membenarkan adanya penemuan jasad yang diduga merupakan korban galodo.

“Ya, dapat kami sampaikan ditemukan satu mayat yang diduga korban galodo,” ujar Abdul Malik

Tim Disaster Victim Identification (DVI) selanjutnya akan melakukan identifikasi untuk memastikan korban. Hingga Selasa sore, identitas resmi korban belum disampaikan kepada publik.

Satu Warga Masih Dicari Sebelumnya, dua warga dilaporkan hilang setelah galodo menerjang Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/09/2026) malam. Dengan ditemukannya Dafi, satu warga lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Korban tersebut diketahui bernama Algusral (59), warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguak. Penyisiran kini diperluas ke sejumlah aliran sungai dan lokasi yang diduga menjadi jalur material galodo. Tim mencari kemungkinan lokasi korban terbawa arus maupun tertimbun material.

“Kami terus melakukan penyisiran dan pencarian di sejumlah titik yang dianggap memungkinkan korban berada,” kata Abdul Malik.

Operasi pencarian melibatkan 631 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Brimob, BPBD, Satpol PP, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, PUPR, relawan, dan masyarakat. Sejumlah peralatan turut digunakan untuk mendukung pencarian, mulai dari kendaraan penyelamatan, alat evakuasi dan medis, ekskavator, hingga drone thermal.

Warga Terdampak Selain pencarian korban, tim gabungan juga menangani warga yang terdampak galodo. Data sementara mencatat 36 warga terdampak, dengan empat orang mengalami luka-luka. Tiga korban luka dirawat di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya menjalani perawatan di Semen Padang Hospital.

Sebanyak 32 warga lainnya telah dievakuasi dari kawasan terdampak. Tim SAR memastikan pencarian terhadap satu warga yang masih hilang akan terus dilakukan.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati aliran sungai dan kawasan yang masih rawan longsor susulan.  (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *