Kab. Solok, Frekuensi Informasi – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung dampak banjir bandang yang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menginstruksikan agar pemulihan lahan pertanian masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas penanganan pascabencana.
Hal itu dinilai penting karena Kabupaten Solok merupakan salah satu sentra produksi pangan, terutama padi dan bawang merah.
“Pemulihan lahan pertanian perlu menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana agar aktivitas produksi masyarakat dapat kembali berjalan,” tegas Gibran saat mendampingi warga dan jajaran pejabat daerah di lokasi peninjauan.
Puluhan Hektar Lahan Pertanian Terdampak Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Solok, banjir bandang yang menerjang sejak Senin (21/9/2026) tidak hanya merusak puluhan rumah dan fasilitas publik. Bencana juga merendam puluhan hektar sawah dan lahan kering milik warga.
Kerusakan sektor pertanian dikhawatirkan mengganggu aktivitas produksi masyarakat sekaligus rantai pasok pangan jika tidak segera ditangani.
Karena itu, pemulihan lahan pertanian menjadi perhatian dalam penanganan dampak banjir bandang di Solok.
Selain sektor pertanian, Gibran menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi dan penyediaan akses air bersih untuk mencegah munculnya wabah penyakit pascabencana. Gibran juga meminta percepatan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Pemprov Sumbar Prioritaskan Normalisasi Sungai Terpisah, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan normalisasi sungai menjadi salah satu prioritas penanganan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Langkah tersebut dinilai penting karena curah hujan di sejumlah wilayah Sumbar masih tinggi sehingga potensi bencana susulan perlu diantisipasi.
“Normalisasi sungai ini yang menjadi prioritas. Walaupun dari Balai juga sudah turun. Curah hujan masih tinggi, seperti yang terjadi di Agam dan Padang. Kalau ada curah hujan dengan intensitas tinggi dan panjang lagi, ini berpotensi akan terdampak,” ujar Mahyeldi dikutip, Jumat (25/9).
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sumbar telah menyurati seluruh bupati dan wali kota untuk melakukan penyusuran sungai di wilayah masing-masing. Penyusuran dilakukan untuk mengidentifikasi sekaligus membersihkan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air, seperti kayu tumbang dan material lainnya. (Joe)















