Jakarta, Frekuensi Informasi – Berdasarkan pantauan di lokasi, anggota polisi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum itu berkumpul di trotoar jalan. Mereka sempat mendatangi mobil boks pengangkut logistik untuk massa aksi.
Anggota kepolisian berkaus putih dengan rompi biru dongker tampak memeriksa sejumlah pejalan kaki di Jalan Jenderal Sudirman arah Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026).
Beberapa pejalan kaki dibiarkan melintas. Namun, sejumlah orang lainnya dicegat untuk diperiksa isi tasnya.
Salah satunya Sanir, pejalan kaki yang mengenakan kaus dan hoodie hitam. Ia mengatakan, petugas meminta untuk memeriksa tasnya, tetapi ia menolak.
“Dia mau buka tas saya. Maksudnya apa tuh buka buka tas? Kan ranah pribadi saya,” katanya usai lepas dari cegatan polisi. Pejalan kaki lainnya, Anton, mengaku heran saat hendak digeledah polisi. Ia datang jauh-jauh dari Bogor untuk mengikuti aksi.
Saat Anton dicegat, temannya sempat datang untuk membela dan menjelaskan bahwa Anton merupakan bagian dari tim logistik. “Mereka main cegat-cegat aja kayak, ya gua juga enggak ngerti tujuan mereka apa,” kata dia saat ditemui secara terpisah.
Anton mengatakan, petugas menanyakan apakah dirinya mahasiswa atau anarko. Ia juga diminta menunjukkan tas, tetapi pemeriksaan itu berujung pada dirinya yang dicegat lebih lama.
“Tadi mau dicek, ‘Mana tasnya?’ padahal gua enggak bawa tas. Atas dasar apa? Kan polisi enggak punya dasar untuk menggeledah di tempat,” kata dia.
Anton datang bersama teman-temannya untuk bergabung dengan massa aksi karena merasa resah terhadap berbagai permasalahan yang dinilainya belum ditangani pemerintah. Sementara itu, massa aksi tiba di tengah Bundaran HI sekitar pukul 14.25 WIB. Mereka datang menggunakan angkot merah. (Joe)















