Sumut, Frekuensi Informasi – Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dalam tiga hari terakhir memicu terjadinya tanah longsor di Kabupaten Samosir. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), banjir mwlanda beberapa wilayah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, bencana tanah longsor di Samosir terjadi pada Jumat (9/10/2026) sekira pukul 22.30 WIB tepatnya di Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo.
“Akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga terjadi longsoran tanah pada area dekat tebing yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta mengancam bangunan,” ujar Sri Wahyuni kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).
Sri Wahyuni mengungkapkan, material tanah dan lumpur akibat longsor tersebut merusak satu unit rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa naas itu.
Pasca insiden terjadi, BPBD Samosir langsung berkoordinasi dengan Pemkab Samosir untuk melakukan penanggulangan dan pembersihan. “Kami melakukan pembersihan material lumpur, tanah di rumah terdampak bersama Pemerintah Desa Cinta Dame dan warga sekitar,” kata Sri Wahyuni.
Sementara itu, bencana banjir menerjang wilayah Tapanuli Tengah pada Sabtu (10/10/2026) pukul 15.30 WIB di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri. “Pemicunya terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah yang mengakibatkan beberapa sungai meluap sehingga terjadi banjir,” kata Sri Wahyuni.
Meski tidak merinci jumlah pasti bangunan yang terendam, Sri Wahyuni menyebutkan bahwa luapan air sungai setinggi lutut orang dewasa sempat menggenangi permukiman warga hingga jalan raya utama.
“Air ke badan jalan bertepatan di Jalan Simpang GPDI Lopian, sehingga membuat kemacetan dikarenakan jalur tertutupi air. Tidak ada korban jiwa meninggal, mengungsi, luka-luka, ataupun hilang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pasca-kejadian personel BPBD Sumut langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran serta membantu evakuasi warga sekitar. “Kondisi terkini, banjir telah surut di lokasi terdampak, namun pemerintah setempat tetap dalam kondisi standby apabila terjadi bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah,” tutup Sri Wahyuni. (Pur)















