Jakarta, Frekuensi Informasi – Satuan taktis elite TNI yang beri nama: Tim Alfa resmi diterjunkan ke Taman Nasional Way Kambas guna mempercepat pemadaman 79 titik panas (hotspot) yang mengancam habitat gajah sumatra di Provinsi Lampung.
Pengerahan dilakukan menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto guna mempercepat penanganan dan melindungi habitat gajah sumatera.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, di Bandarlampung, Senin, mengatakan Tim Alfa memiliki kemampuan mobilitas tinggi dan personel penerjun freefall untuk menjangkau wilayah terisolasi.
“TNI telah menyiagakan Tim Alfa, yakni satuan kecil yang dibentuk untuk menjalankan misi taktis di medan berat dalam penanggulangan bencana,” ujar dia.
Ia menegaskan, tim ini didukung oleh personel yang berkemampuan sebagai penerjun freefall guna menembus wilayah-wilayah yang terisolasi atau sulit dijangkau.
Sementara, dalam rapat koordinasi secara daring, Presiden Prabowo menilai dua helikopter water bombing dari Palembang dan Jawa Timur belum mencukupi. Ia memutuskan menambah armada udara dan melipatgandakan bantuan peralatan darat.
Saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaporkan kebutuhan 10 unit pompa air, Presiden langsung menambahnya menjadi 20 unit.
“Berapa yang Anda perlu?” tanya Prabowo. “10, Pak Presiden,” jawab Mirza.
“Ya, bagus. Saya kirim 20,” tegas Presiden.
Kristomei mengapresiasi langkah cepat tersebut. “Kami, atas nama masyarakat Lampung, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada Provinsi Lampung,” ungkapnya.
Prioritas lindungi habitat gajah
Pemadaman difokuskan di TNWK karena menjadi habitat gajah sumatera. Petugas memantau 11 kelompok gajah liar, dengan kelompok terdekat 27 kilometer dari lokasi api. Gajah di Pusat Konservasi Gajah yang berjarak 8 kilometer dinyatakan aman.
“Demi kelangsungan habitat Gajah Sumatera serta keamanan permukiman, perkebunan, dan lahan pertanian warga, kami telah mendapatkan bantuan peralatan pendukung lainnya,” kata Kristomei.
Karhutla di kawasan ini didominasi alang-alang dengan bara yang bertahan di bawah tanah meski api permukaan padam.
Pemerintah menyiagakan posko gabungan di perbatasan puluhan desa yang berbatasan dengan taman nasional. Presiden meminta Forkopimda, TNI, dan Polri tetap waspada. (*)















