banner 728x250

Pipa Perumda Tirta Patriot Pecah, Pasokan Air Bersih Pelanggan Terhenti Hambat Aktivitas Warga

Gedung Kantor Perumda Tirta Patriot, Kota Bekasi (Foto/Ist)

Kota Bekasi, Frekuensi Informasi – Kekecewaan Pelanggan Air bersih Perumda Tirta Patriot milik Pemerintah Kota Bekasi tak henti-henti menjadi sorotan. Beragam keluhan, diantaranya: pasokan Air ‘kotor’, Meteran diduga abnormal mengakibatkan pembayaran membengkak hingga 4 kali lipat, pasokan Air terhenti sampai beberapa hari.

Menurut pelanggan, ketika persoalan layanan ini dipertanyakan ke-managemen Perumda Tirta Patriot, alasannya tidak pernah masuk akal dan atau ditepati, alias omong doang.

Diantara sejumlah pelanggan, dugaan abnormal dikeluhkan pelanggan nomor:18030010671 atas nama, Jamalang Ht. Barat, warga Perumnas 3 Kel. Arenjaya, Kec. Bekasi Timur.

Menurut Jamalang, sebelum pihak Perumda Tirta Patriot mengotak-atik meteran Air bersih di rumahnya sekitar September 2025, biasanya rekening pembayaran hanya antara Rp.200 hingga 250.000,- per bulan.

Namun setelah dikotak katik oleh yang mengaku teknisi Perumda Tirta Patriot, meteran diduga menjadi abnormal, pembayaran pun membengkak hingga Rp.845.500,- untuk transaksi pembayaran tanggal 22 Juni 2026. Ironinya kata dia, pembayaran membengkak, tapi pasokan air kecil dan kotor.

Menurut Jamalang Ht. Barat, ketika persoalan meteran yang diduga abnormal ini dilaporkan ke Perumda Tirta Patriot di zona 4, pihak Perumda kata dia berjanji akan disesuaikan untuk pembayaran bulan berikutnya.

Faktanya kata Jamalang, untuk pembayaran bulan Juli 2026, pembayaran tetap sesuai meteran pemakaian, tidak ada pemotongan/pengurangan tagihan dan atau restitusi kelebihan bayar akibat abnormal meteran tersebut.

“Ironinya, pembayaran membengkak, pasokan air kecil dan kotor. Layanannya buruk tak manusiawi,” kecam Jamalang.

Layanan Air Bersih Perumda Tirta Patriot juga dikeluhkan warga Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Linda Sirait. Menurut Linda, pasokan di wilayahnya, khusus kerumahnya terhenti hingga berlarut-larut, sementara penjelasan dan perbaikan terkesan lamban tanpa alternatif.

Linda mengungkapkan kekesalannya setelah pasokan air di rumahnya mati sejak kemarin, Sabtu (5/9). Ketika suaminya menanyakan penyebab dan kapan air akan kembali mengalir, pihak layanan pelanggan Perumda Tirta Patriot mengatakan akibat pipa induk pecah di Jalan Kaliabang dan sedang diperbaiki.

Menurut layanan pelanggan Perumda kata warga Bekasi Utara ini, kerusakan sudah diperbaiki dan pasokan air mulai dihidupkan secara bertahap, namun hingga Minggu (6/9/2026) pagi, air belum mengalir ke rumahnya.

Ketika diminta membuka jalur khusus atau alternatif kata pelanggan tersebut, petugas Perumda berdalih bahwa seluruh jaringan sebenarnya sudah terbuka, namun masih proses pengisian saluran yang sempat kosong dan berisi udara, pasokan belum normal.

“Berhubung aliran mati cukup lama, jaringan sudah kosong dan pasti ada udara. Sekarang sedang diisi dulu. Tidak bisa langsung dinaikkan tekanannya karena bisa menyebabkan pipa pecah lagi. Alasan petugas layanan Perumda Tirta Patriot, Minggu (6/9/22026),” kata warga Bekasi Utara tersebut.

Alasan Perumda Tirta Patriot ini justru memicu pertanyaan besar bagi warga. Jika pipa pecah dan proses pemulihan butuh waktu berjam-jam bahkan berhari-hari tanpa ada solusi sementara, bukan kah ini secara tidak langsung membunuh hajad orang banyak?

Keluhan pelanggan Air bersih Perumda Tirta Patriot belum cukup sampai disitu, baru-baru ini pelanggan juga mengaku kecewa dan mengecam produksi Air bersih Perumda Tirta Patriot karena pasokan Air sangat kotor.

Menanggapi keluhan tersebut kata pelanggan, Perumda Tirta Patriot dengan enteng membuat alasan karena air baku dari intake sedang tercemar dan kotor.

“Logikanya, tugas dan kewajiban Perumda kan menjual Air bersih bukan menjual bualan. Penyertaan modal Pemerintah di Perumda itu kan uang rakyat yang harus dikelola dengan benar. Tidak boleh alasan bahan baku dari intake kotor lalu langsung didistribusikan. Olah dahulu hingga layak baru distribusikan, itu yang benar,” kata pelanggan.

Selanjutnya kata pelanggan, kerusakan pipa bisa terjadi sewaktu-waktu, tetapi sebagai badan usaha, harus memiliki alternatif yang handal karena menyangkut air yang merupakan kebutuhan primer. Tanpa air, semua akan mati.

“Jangan main-main dan anggap enteng dengan persoalan air bersih ini. Keluhan pelanggan yang terus numpuk akan jadi bom waktu terhadap kelangsungan badan usaha milik daerah tersebut,” kata pelanggan yang enggan disebut identitasnya.

Sebelumnya, Wartawan media ini sudah konfirmasi kepada managemen Perumda Tirta Patriot terkait dugaan abnormal meteran di zona 4 wilayah kerja Perusahaan. Pegawai yang mengaku Humas bernama, Lingga mengatakan, jika terjadi kelebihan bayar akibat meteran abnormal, akan dikaji terlebih dahulu dan dirumuskan cara yang elegan untuk menyelesaikannya.

Persoalan abnormal memang segera diperbaiki, namun menurut Jamalang, terkait dugaan kelebihan bayar beberapa bulan terakhir belum diperhitungkan.

“Pembayaran kelihatannya sudah kembali normal antara 200 hingga Rp.250.000,- per bulan. Tapi kelebihan bayar untuk beberapa bulan di tahun 2036 tidak diperhitungkan atau direstitusi,” katanya. (M. Aritonang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *