Jakarta, Frekuensi Informasi – Penumpang KRL Green Line menceritakan detik-detik proses persalinan darurat seorang ibu di dalam gerbong kereta relasi Rangkasbitung–Tanah Abang, Kamis (24/9/2026). Melalui akun Threads miliknya, @imankakak, ia mengatakan kejadian bermula saat sang ibu mendadak mengalami sakit di dalam gerbong, hingga petugas KAI Commuter dengan sigap menyiapkan kursi roda.
“Awalnya ibunya mendadak seperti sakit, petugas lalu gercep bawa kursi roda,” tulis akun @imankakak yang dikutip frekuensiinformasi.com, Jumat (25/9). Terbaring di Lantai, namun saat hendak dievakuasi keluar dari rangkaian gerbong kereta, sang ibu mengalami kontraksi hebat hingga akhirnya berbaring di lantai gerbong.
“Ketika mau diangkat keluar kereta, ibunya seperti mengalami kontraksi, tiba-tiba duduk di lantai dan berbaring,” ungkapnya.
Di tengah situasi tersebut, seorang penumpang menyadari bahwa sang ibu sudah memasuki proses persalinan.
Menurut saksi, proses melahirkan terjadi sangat cepat, sementara sang ibu tampak tenang. “Tiba-tiba ada orang yang bilang ‘mau melahirkan’, kepala debay-nya (dede bayi) juga sudah keluar. Prosesnya sangat cepat, ibunya juga terlihat santai tidak panik,” kata dia.
Setelah persalinan selesai dan kondisi dipastikan aman, petugas KAI Commuter langsung mengevakuasi ibu dan bayi tersebut keluar dari rangkaian kereta untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. “Ketika semuanya dirasa sudah baik-baik saja, baru ibu dan bayinya dibawa keluar gerbong untuk dibawa ke klinik terdekat, tentunya dibantu oleh semua petugas Commuter,” kata dia.
Penanganan Medis Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan mangatakan saat itu sang ibu yang duduk di kursi prioritas mendadak merasakan tanda-tanda persalinan di tengah perjalanan. Merespons situasi darurat ini, petugas pengamanan di dalam kereta langsung berkoordinasi dengan masinis dan tim Stasiun Rawa Buntu untuk menyiapkan penanganan medis. “Selama proses persalinan, perjalanan Commuter Line No. 1689 diberhentikan sementara di Stasiun Rawa Buntu,” ujar Leza. Proses persalinan darurat tersebut berjalan lancar berkat kesigapan Petugas Kesehatan Stasiun Rawa Buntu yang dibantu oleh sesama penumpang lain.
Bayi tersebut akhirnya berhasil lahir dengan selamat. Guna mendapatkan penanganan medis pascamelahirkan yang optimal, ibu dan bayi tersebut langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. “Selanjutnya ibu dan anak dilarikan ke Puskesmas Rawa Buntu untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” ucap Leza.
Kondisi Ibu dan Bayi dalam Observasi Puskesmas Rawa Buntu mengatakan bahwa bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir dalam kondisi sehat dan selamat. Bidan Puskesmas Rawa Buntu, Mirnawati, menyampaikan bahwa saat tiba di puskesmas, proses persalinan telah selesai sepenuhnya di dalam kereta.
“Datang ke sini bayinya sudah lahir bersama plasenta, tetapi tali pusatnya masih terpasang dan ibu masih berdarah-darah,” ujar Mirnawati. Mirnawati menceritakan bahwa petugas dari KAI Commuter langsung membawa sang ibu dan menggendong bayi yang masih terhubung dengan tali pusat ke puskesmas.
Saat tiba di Puskesmas Rawa Buntu, kondisi ibu dalam keadaan sadar dan bayi menangis dengan kuat. Pihak medis pun langsung mengambil tindakan perawatan pertama untuk bayi baru lahir.
“Di sini penanganannya bayinya dilakukan pemotongan tali pusat, lalu dibersihkan, perawatan bayi baru lahir, disuntik vitamin K, dikasih salep mata, ditimbang, dan diukur tinggi badan,” kata Mirnawati. Sementara itu, Dokter Puskesmas Rawa Buntu, dr. Robi Fahlepi, menyebutkan bahwa tanda-tanda vital sang ibu tergolong stabil.
Meski demikian, pihak medis melakukan pemantauan dan observasi ketat selama 24 jam pertama. Observasi mendalam ini dilakukan karena pasien tidak membawa dokumen identitas maupun buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA/buku pink), sehingga tim medis tidak memiliki data riwayat kehamilannya. “Karena tidak membawa identitas dan buku pink, kami tidak tahu riwayat pemeriksaannya. Jadi, untuk saat ini kami observasi dulu selama 24 jam pertama. Jika tidak ada masalah, kondisi umumnya tergolong stabil,” jelas Robi. (Joe)















