Batang, Frekuensi Informasi – Hingga Sabtu (26/9/2026) pukul 07.00 WIB, total kasus dugaan keracunan MBG tercatat mencapai 589 orang di Kab. Batang, Jawa Tengah. Angka ini bertambah 127 orang setelah menyantap makanan progran makan bergiji gratis (MBG) di sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi mengatakan, dari 589 kasus tersebut, sebanyak 127 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. “Total kasus 589, sementara 127 orang masih dirawat,” kata Ida kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026)
Berdasarkan data tersebut, sebanyak 180 orang telah dirujuk, sementara 381 orang menjalani rawat jalan. Adapun 28 orang tercatat menjalani rawat inap di Puskesmas Bawang, dengan 17 orang di antaranya masih dirawat. Penanganan pasien juga tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang. Di Puskesmas Subah, tercatat 26 orang. Seluruhnya sempat menjalani rawat inap, dan hingga Sabtu pagi masih terdapat 10 pasien yang dirawat.
Kemudian, di Puskesmas Gringsing 1, terdapat 10 kasus dengan dua pasien masih menjalani perawatan. Satu pasien tercatat dirujuk. “Sementara di Puskesmas Bandar 1, terdapat 20 kasus. Sebanyak delapan pasien masih menjalani perawatan,” ujar Ida.
Jumlah pasien yang ditangani di RSUD Batang menjadi salah satu yang terbesar. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat terdapat 94 kasus di RSUD Batang. Sebanyak 55 pasien masih menjalani perawatan, sedangkan 39 lainnya menjalani rawat jalan.
Direktur RSUD Batang, Tri Handayani, sebelumnya mengatakan bahwa jumlah pasien yang datang ke rumah sakit terus dipantau seiring bertambahnya korban dugaan keracunan MBG.
Sementara itu, berdasarkan data penanganan pasien RSUD Batang yang diperbarui hingga Sabtu pukul 06.00 WIB, tercatat 95 pasien masuk sejak 23-25 September 2026. “Dari jumlah tersebut, 40 pasien telah diperbolehkan pulang, sedangkan 55 pasien masih dalam perawatan,” ungkap Tri.
Dengan rincian, pada 23 September 2026, terdapat 41 pasien masuk dan dua pasien pulang, dengan 39 pasien masih dirawat. Pada 24 September, terdapat 49 pasien masuk, 26 pasien pulang, dan 62 pasien masih menjalani perawatan. Kemudian, pada 25 September, terdapat lima pasien masuk, 12 pasien pulang, dan 55 pasien masih dalam perawatan. “Dari total 55 pasien yang masih dirawat di RSUD Batang, terdiri atas satu bayi, delapan balita, 19 anak, dan 27 dewasa,” ujar Tri.
Selain RSUD Batang, penanganan pasien juga dilakukan di RSUD Limpung. Data Dinas Kesehatan mencatat terdapat 70 kasus di rumah sakit tersebut. Sebanyak 35 pasien masih menjalani perawatan, sedangkan tiga orang tercatat menjalani rawat jalan. Dengan demikian, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per Sabtu pagi, total 127 pasien masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang sebelumnya mulai dilaporkan pada Rabu (23/9/2026). Jumlah korban saat itu tercatat 276 orang. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 411 orang pada Kamis (24/9/2026) siang, 461 orang pada Kamis malam, dan 498 orang pada Jumat (25/9/2026) pagi.
Pada Jumat pukul 13.00 WIB, Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, melaporkan bahwa jumlah korban mencapai 521 orang. Jumlah tersebut kemudian kembali bertambah menjadi 589 orang pada Sabtu pagi.
Diberitakan sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sejumlah ketidaksesuaian di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.
Berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV, pengolahan makanan diketahui dimulai pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Padahal, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), pengolahan makanan seharusnya dilakukan setelah pukul 02.00 WIB sebelum makanan dibagikan. BGN juga menemukan persoalan terkait standar fisik bangunan dan pengelolaan limbah di dapur SPPG tersebut.
Operasional SPPG Bawang kemudian dihentikan sementara selama 30 hari untuk evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut. (Tot)















