banner 728x250

Jemaat GKPI Tangerang Dapat Rumah Doa yang Baru, Mereka Ngucap Syukur dan Puji Tuhan

Rumah Doa yang Dipaksa Tutup, Bersyukur Sudah Dapat Pengganti (Foto/Ist)

Tangerang, Frekuensi Informasi – Jemaat Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, bersuka cita setelah resmi mendapatkan Rumah Doa yang baru.

Perolehan lokasi Rumah Doa yang baru ini menjadi kabar gembira bagi para jemaat yang siap menggunakannya untuk peribadatan mulai pekan ini.

“Puji Tuhan kami bersuka cita karena sudah ada tempat baru,” ujar Penatua Rumah Doa GKPI Rajeg, Surya Sarjono Lumban Gaol kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (28/9/2026).

Sarjono membenarkan bahwa tempat ibadah baru bagi jemaat tersebut berlokasi di kawasan Kota Sutera, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

“Untuk lokasinya benar di Kota Sutera,” katanya. Menurut Sarjono, seluruh persiapan telah dilakukan sehingga Rumah Doa baru tersebut siap digunakan untuk aktivitas peribadatan.

“Iya, Minggu ini sudah bisa digunakan Rumah Doa (barunya),” ungkap Sarjono.

Sementara itu, bangunan tempat ibadah lama akan dikembalikan kepada pemilik setelah masa kontraknya berakhir.

“Nanti akan kami kembalikan sekitar bulan 10 (Oktober) karena sewanya habis di bulan 11 (November),” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Rumah Doa GKPI Rajeg diinfokan direlokasi ke lokasi baru di kawasan Kota Sutera.

“Rumah Doa GKPI Tangerang Dipindah ke daerah Kota Sutera,” ujar Sarjono kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Sarjono menyampaikan, seluruh persiapan untuk pelaksanaan ibadah di rumah doa baru telah selesai dilakukan. Menurut dia, rumah doa tersebut siap digunakan untuk peribadatan mulai Minggu pekan ini.

“Ibadah Minggu pekan ini sudah bisa dilakukan di rumah doa baru,” kata Sarjono.

Sarjono berkata, proses relokasi rumah doa tersebut difasilitasi langsung oleh pihak Kecamatan Rajeg atas arahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan utama relokasi adalah kapasitas bangunan lama yang terlalu sempit sehingga tidak dapat menampung seluruh jemaat secara memadai.

“Alasannya, alasan Pak Bupati, terlalu kecil lah, enggak memadai itu buat jemaat gitu,” kata Sarjono (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *