Kota Bekasi, Frekuensi Informasi – Suasana Pasar Baru Bekasi tampak ramai padat ibu-ibu belanja kebutuhan dapur dan asesoris lainnya, Jumat (2/10). Hari itu, menjadi catatan buat pedagan pasar baru bisa menghela napas dapat keuntungan lumayan berkat Wali Kota mereka.
Melalui program Wali Kota, Gerakan Belanja ke Pasar Tradisionil mengajak jajaran OPD dan ASN Pemerintahan Kota Bekasi, setiap hari Jumat akan menjadi tradisi yang patut dicontoh untuk menghidupkan ekonomi pedagang tradisional.
ASN Kota Bekasi diajak tidak lagi berpikir kren-krenan belanja sayur dan buah bahkan ikan dan bahan pokok lainnya harus ke Mall ata alfamaret, silahkan ke pasar tradisionil yang prodak dagangannya juga serba konplit.
Menurut Wali Kota Bakasi, Tri Adhianto, langkah ini merupakan upaya untuk mendukung usaha kerakyatan sekaligus mendorong perputaran ekonomi dari arus bawah.
Untuk kesekian kali gerakan belanja ke pasar tradisionil ini berjalan, Jumat (2/10) kemarin di pasar baru Bekasi Timur, berdasarkan hasil rekapitulasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DisdagPerin) Kota Bekasi, diperkirakan total transaksi mencapai Rp129.906.350.

Angka itu tidak terlalu tinggi, namun cukup lumayan memberi profit buat pedagang di Pasar Baru Bekasi. Catatan transaksi tersebut menurut Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi merupakan partisipasi 869 ASN dari 44 OPD/Kecamatan yang ikut belanja di Pasar Baru Bekasi, Jumat (2/10).
Melihat antusias ASN dan pegawai Kecamatan mendukung program Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan apresiasi.
Gebrak Pasar Tradisionil ini menurut Tri bukan hanya sekedar belanja bersama, tetapi menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali pasar rakyat dan memperkuat ekonomi para pedagang lokal.
Tri Adhianto ingin membangun kembali tradisi yang sempat terlupakan. Istilah barter jaman dahulu mungkin sudah tak jamannya lagi, tapi pasar tradisionil masih setia menjadi perputaran roda ekonomi kerakyatan. Dari penjuru hadir langsung bercengkrama sambil menenteng belanjaan hingga saling mengenal satu sama lain.
“Ketika masyarakat dan ASN hadir berbelanja di pasar, maka uang yang berputar akan langsung dirasakan oleh para pedagang dan pelaku UMKM,” kata Tri Adhianto.
Menurut Tri, kegiatan Gebrak Pasar akan terus dikembangkan dan akan berlangsung secara berkelanjutan. Setelah pelaksanaan di Pasar Baru Bekasi, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke pasar lainnya, termasuk Pasar Bantargebang pada bulan depan, sebagai upaya memperluas dampak ekonomi bagi pedagang di berbagai wilayah Kota Bekasi.

“Ini bukan hanya soal transaksi hari ini, tetapi bagaimana kita menciptakan pergerakan ekonomi yang harus terus berjalan. Pasar harus kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat,” pesannya.
Antusiasme ASN mendukung program ini terlihat dari keterlibatan berbagai perangkat daerah, mulai dari Sekretariat Daerah, dinas teknis, badan daerah, hingga kecamatan dan kelurahan se-Kota Bekasi.
Perangkat daerah dengan nilai transaksi tertinggi pada Gerakan Belanja ke Pasar Tradisionil ini, adalah:
- Kec. Bantargebang dan Kelurahan, 71 ASN – Rp.8.291.150, –
- Sekretariat Daerah Kota Bekasi, 33 ASN – Rp.7.160.500, –
- Kec. Bekasi Timur dan Kelurahan, 26 ASN – Rp.4.500.000,-
- Kec. Bekasi Barat dan Kelurahan, 32 ASN – Rp.4.500.000,-
- Kec. Jatiasih dan Kelurahan, 34 ASN – Rp.4.294.000,-
Melalui Gebrak Pasar, Pemerintah Kota Bekasi mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan pasar rakyat. Dengan semakin banyak aktivitas belanja di pasar tradisional, semakin besar pula dampak yang dirasakan oleh para pedagang dan pelaku UMKM.
“Hari ini Pasar Baru Bekasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi menjadi ruang kolaborasi bersama untuk menggerakkan roda ekonomi Kota Bekasi,” kata Tri. (Ndoet/Diskom)















