banner 728x250

Akibat Karhutla, Kadus ISPA Tembus 3.100 Pasien di Balikpapan

Karhutla di Balikpapan Kalimantan Timur (Foto/Ist)

Balikpapan, Frekuensi Informasi – Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati, menjelaskan, lonjakan kasus infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dipicu cuaca musim kemarau yang mempercepat peredaran virus influenza, serta diperparah oleh paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurur DKK Balikpapan, sejak Oktober 2026, lonjakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut tercatat 3.100 terdeteksi menyerang warga kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kenaikan kasus ISPA seiring peningkatan paparan asap di Kota Balikpapan. Kondisi ini memang perlu kita waspadai bersama.

Alwiati menegaskan, hirupan paparan asap karhutla berpotensi memicu komplikasi fatal serta memperburuk kondisi kesehatan penderita ISPA, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan kronis seperti asma.

“Orang yang menderita ISPA akan makin memburuk jika terpapar asap, apalagi jika memiliki riwayat penyakit asma. Risiko komplikasi kesehatannya jauh lebih tinggi,” ujar Alwiati saat memberikan keterangan di Balikpapan, Selasa (13/10/2026).

Melihat kualitas udara yang memburuk, DKK Balikpapan memberikan perhatian khusus terhadap proteksi kelompok masyarakat rentan, yakni kategori anak-anak serta kalangan lanjut usia (lansia).

Kedua kelompok usia tersebut dinilai memiliki imunitas tubuh yang jauh lebih rentan terhadap sebaran polusi udara dan inhalasi abu pembakaran. Edukasi Penggunaan Masker  Oleh karena itu, Alwiati mengimbau seluruh orangtua agar bertindak proaktif dalam mengedukasi dan membiasakan anak-anak mereka mengenakan masker saat beraktivitas di luar gedung.

“Yang harus kita waspadai adalah kelompok rentan, yaitu anak-anak dan lansia. Kami mengimbau orangtua untuk membiasakan anak-anak memakai masker jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan demi mengurangi paparan langsung polutan,” terangnya.

Guna menjaga ketahanan fisik warga dari paparan polutan lingkungan, DKK Balikpapan juga mengimbau masyarakat luas untuk mencukupi asupan air putih, mengonsumsi asupan nutrisi gizi seimbang, serta memastikan kecukupan waktu istirahat harian.

Pihaknya meminta warga untuk tidak menunda pemeriksaan medis ke pusat layanan kesehatan terdekat apabila mulai merasakan gejala gangguan saluran pernapasan.

“Warga juga kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sakit pernapasan,” pungkasnya. (ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *