Batam, Frekuensi Informasi – Melalui berbagai platform, PT Air Batam Hilir (ABH) menginformasikan masih dilakukan normalisasi suplai air bersih pada sejumlah wilayah, akibat padamnya aliran listrik di beberapa fasilitas pengolahan dan distribusi air.
Humas PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah menyampaikan, gangguan sistem kelistrikan total atau blackout di Kota Batam tersebut berdampak pada Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) DK 5, Duriangkang, serta tangki ozon Seraya. Informasi gangguan disampaikan mulai pukul 09.30 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.
Dampak yang dirasakan pelanggan berupa aliran air mengecil hingga terhenti sementara. Sejumlah kawasan permukiman yang terdampak meliputi KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan sekitarnya.
“Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan suplai air hingga 1 x 24 jam, Air Batam Hilir menyiagakan mobil tangki air minum,” katanya kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (13/10/2026) siang.
Air Batam Hilir menyampaikan, mulai pulihnya pasokan listrik tidak serta-merta membuat distribusi air kembali normal.
Jaringan pipa distribusi yang sempat kosong harus terisi secara bertahap hingga penuh sebelum tekanan dan aliran air kembali stabil. Kondisi tersebut membuat pelanggan di wilayah ujung jaringan perpipaan dan kawasan dengan elevasi tinggi berpotensi menunggu lebih lama untuk mendapatkan aliran air secara normal.
Selain debit air yang belum stabil, proses pemulihan bisa memengaruhi kejernihan air.
Endapan di dalam jaringan perpipaan dapat terbawa aliran ketika tekanan air kembali diberikan. “Kami mengimbau pelanggan yang mendapati air keruh agar membiarkan air mengalir selama beberapa menit hingga terlihat lebih jernih. Air harus dipastikan kembali jernih sebelum digunakan,” kata dia. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mendukung pemulihan layanan air minum secara bertahap. Di tengah gangguan distribusi air bersih, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengambil air langsung dari waduk tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Waduk merupakan sumber air baku penting bagi pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat. Air yang diambil langsung dari waduk belum tentu aman untuk dikonsumsi karena berpotensi mengandung zat pencemar, partikel, maupun mikroorganisme yang membahayakan kesehatan,” kata dia.
Pihak ABH juga mengingatkan pengambilan air secara langsung dan tidak terkendali juga berpotensi mengganggu pengelolaan waduk, keseimbangan lingkungan, serta keberlanjutan ketersediaan air baku.
“Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan waduk dan lingkungan sekitarnya, serta mendukung pengelolaan sumber air baku sesuai peruntukannya,” kata dia. Sementara itu, terkait pemadaman menyeluruh di Kota Batam, pihak PLN Batam menyatakan, diduga masalah ini terjadi karena gangguan hewan liar yang masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono menyampaikan, gangguan terjadi sejak Senin (12/10/2026), pukul 06.37 WIB dan berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Batam. Meski demikian, penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran oleh tim teknis dan pihak berwenang.
“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan,” kata dia dalam konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (13/10/2026) pagi.
Pascaterjadinya gangguan, tim teknis dan operasional langsung melakukan penanganan untuk memulihkan pasokan listrik secara bertahap.
Proses pemulihan dilakukan melalui pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, serta pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Saat ini, PLN Batam menyatakan bahwa seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak telah berhasil dinormalkan.
Pemulihan dilanjutkan pada jaringan distribusi, hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak. “Meski demikian, kami tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta menjaga keandalan pasokan listrik,” kata dia. (Ida)















