banner 728x250

Dilarang Minum di LRT Jabodebek, Ini Penjelasan Manager of Public Relations LRT

Petugas Larang Penumpang Minum Di LRT (Foto/Ist)

Jakarta, Frekuensi Informasi – Larangan makan dan minum di dalam transportasi umum bukan hanya berlaku bagi penumpang LRT Jabodebek. Penumpang Commuter Line dan Transjakarta juga dilarang makan dan minum selama berada di dalam rangkaian kereta.

Hal ini menjadi perhatian setelah seorang penumpang LRT Jabodebek marah dan berdebat dengan petugas karena ditegur saat minum di dalam kereta pada Kamis (10/9/2026). Penumpang tersebut mempertanyakan alasan dirinya dilarang minum, sementara di sejumlah stasiun LRT Jabodebek terdapat tenant yang menjual makanan dan minuman.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan, larangan makan dan minum di dalam LRT Jabodebek telah diberlakukan sejak awal dan tercantum dalam aturan yang berlaku bagi seluruh penumpang. Larangan tersebut, kata Radhitya, berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Dari sisi kenyamanan, makanan atau minuman tertentu dapat menimbulkan aroma yang mengganggu penumpang lain. Sementara dari sisi keselamatan, makanan atau minuman yang tumpah dikhawatirkan membuat lantai menjadi licin dan menyebabkan penumpang terpeleset

Selain itu, cairan yang tercecer juga dikhawatirkan mengalir ke bagian bawah kereta dan mengenai sistem kelistrikan.

Aturan serupa juga berlaku bagi penumpang Commuter Line. Dalam salah satu unggahannya di X, KAI Commuter menegaskan larangan makan dan minum di dalam KRL.

“Dapat kami informasikan dilarang makan/minum di dalam rangkaian Commuter Line, namun untuk makan/minum diperbolehkan di area stasiun ya, Kak. Tks,” tulis akun X KAI Commuter, @CommuterLIne menjawab pertanyaan netizen.

Larangan makan dan minum tersebut juga ditempel di dalam gerbong Commuter Line. Dengan demikian, penumpang yang ingin makan atau minum dapat memanfaatkan area yang telah disediakan di stasiun sebelum melanjutkan perjalanan.

Namun, penumpang diperbolehkan untuk berbuka puasa di dalam gerbong selama bulan  Ramadhan dengan sejumlah ketentuan. Transjakarta Sementara itu, aturan mengenai makan dan minum juga diterapkan di layanan Transjakarta.

Namun, seperti KRL, Transjakarta memberikan pengecualian bagi penumpang yang berbuka puasa di dalam bus selama Ramadan.

Dalam sejumlah unggahan di media sosial, Transjakarta memperbolehkan penumpang berbuka puasa di dalam bus dalam waktu maksimal 10 menit.

Aktivitas tersebut hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman ringan. Penumpang juga diminta tetap menjaga kebersihan selama berbuka. Aturan tersebut menunjukkan bahwa ketentuan makan dan minum dapat berbeda sesuai kondisi dan kebijakan masing-masing operator transportasi. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *