Jakarta, Frekuensi Informasi – Mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah berharap hakim melihat kasus yang menjeratnya secara jernih. Pasalnya, dia
“Saya tidak pernah terlibat dalam kasus dugaan pemerasan dan TPPU sebagaimana disangkakan. Saya percayakan kepada hakim yang menangani perkara ini melihatnya secara jernih,”.
“Itu sudah diperiksa. Dan saya juga minta di-clear-kan. Siapa yang punya, apakah keterkaitan dengan saya, itu kan sudah diberikan penjelasan kepada tim penyidik. Karena itu, saya berharap nanti hakim dapat melihat ini dengan jernih,”
Ujar mantan Jampidsus Jejaksaan Agung, Febrie Adriyansah saat proses pelimpahan kasusnya di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/9).
Dia juga menyangkal sebagai pemilik 74 kilogram emas yang disita Kortas Tipikor Polri. Dia telah diperiksa mengenai hal tersebut dan meminta tim penyidik menjelaskan mengenai pemilik dan keterkaitan emas tersebut dengannya, sehingga fakta-fakta tersebut nantinya dapat dinilai secara jernih oleh majelis hakim dalam proses persidangan.
Dalam kasus dugaan pemerasan dan TPPU, dia tidak pernah dilaporkan, diperiksa, apalagi dihukum oleh Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Kejagung. Bahkan, selama 33 tahun menjadi jaksa, dia tidak pernah dijatuhi hukuman oleh bidang Pengawasan Kejaksaan Agung karena memang belum pernah diperiksa maupun dilaporkan terkait pelanggaran etik atau disiplin.
“Nah, sekarang disangkakan pemerasan. Kalian bisa tanya ke Pengawasan itu,” ucapnya.
Dia meminta masyarakat melihat rekam jejaknya selama memimpin jajaran di Gedung Bundar, sebutan untuk Jampidsus Kejagung.
Febrie mempersilahkan bertanya kepada mantan anak buahnya yang tergabung dalam Tim 9 yang menangani kasus dugaan TPPU dan pemerasan, apakah pernah dirinya mengajarkan atau mengarahkan bawahan melakukan perbuatan seperti yang disangkakan tersebut.
Menurut Febrie, banyak prestasi telah ditorehkan jajaran Jampidsus Kejagung. Banyak kasus besar telah diungkap dan telah melakukan pengembalian dana pada negara yang jumlahnya ratusan triliun.
Pihak-pihak yang terlibat dalam kasus besar itu pun tercatat dalam database Jampidsus. Maka itu, dia meminta para juniornya untuk terus mengusut pihak-pihak tersebut.
Dia merasa seperti digergaji dengan disangka melakukan dugaan pemerasan dan TPPU, padahal selama ini dia telah mengungkap kasus-kasus besar.
“Saya tidak punya IUP tambang, saya tidak pernah minta proyek pemerintah, saya tidak pernah punya konsesi sawit, saya tidak pernah minta kuota impor. Siapa yang terlibat di situ? Gedung Bundar ada databasenya,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan, junior-junior saya yang ada di Gedung Bundar akan terus bela kepentingan rakyat dan bangsanya untuk menuju kemakmuran rakyat,” kata Febrie. (Joe)
“Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Jum’at, 18 September 2026 – 15:33 WIB”















