banner 728x250

Mahasiswa Asing Menempuh Pendidikan di UBB Menarik Perhatian

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Yudi Suhasri (Foto/Ist)

Bangka Belitung, FI – Kehadiran mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Universitas Bangka Belitung (UBB) dan sejumlah perguruan tinggi lainnya mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Yudi Suhasri, menyambut baik kehadiran mahasiswa asing yang memilih Bangka Belitung sebagai tempat menimba ilmu.

Menurut Yudi, keberadaan mahasiswa asing menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Bangka Belitung semakin dikenal dan mampu menjadi pilihan bagi mahasiswa dari luar Indonesia.

“Kita sambut baik jika ada mahasiswa asing yang menimba ilmu di UBB. Ini menunjukkan bahwa pendidikan kita di Babel sudah bisa dikatakan setara dengan provinsi lain di Indonesia,” kata Yudi kepada Bangkapos.com, Minggu (20/9/2026).

Ia menilai, keberadaan mahasiswa asing, menjadi pemicu untuk anak-anak SMA/SMK di Babel untuk kuliah di tempat sendiri dan tidak perlu jauh-jauh kuliah.

“Buktinya orang luar juga mau kuliah di Babel. Diharapkan dengan adanya mahasiswa asing di Babel, tentu akan banyak berinteraksi dengan mahasiswa lokal. Sehingga membentuk jalinan pertemanan yang ujung-ujungnya transfer ilmu dan budaya,” kata Yudi.

Senada disampaikan, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Babel, Eko Kurniawan, mengatakan, keberadaan mahasiswa asing di Babel memberikan dampak positif.

Terutama dalam memperkenalkan budaya dan pariwisata daerah kepada masyarakat luar.

Menurutnya, selama berada di Babel, mahasiswa asing tidak hanya mengikuti kegiatan akademik. Tetapi juga berkesempatan mengenal berbagai potensi daerah, mulai dari budaya, wisata alam hingga kehidupan sosial masyarakat.

“Yang pasti, mereka melihat seluruh hal yang ada di Babel, termasuk budaya dan tempat wisata. Keberadaan mereka sangat positif karena bisa memperkenalkan kepada masyarakat di tempat masing-masing tentang seperti apa budaya, wisata alam, dan aspek sosial masyarakat di Babel,” kata Eko.

Ia menilai, interaksi mahasiswa asing dengan masyarakat lokal juga dapat memperluas jaringan pergaulan dan membuka peluang promosi potensi Babel ke luar daerah maupun mancanegara.

“Seluruh nilai budaya dan pariwisata kita bisa diperkenalkan. Pergaulan mahasiswa ini pada akhirnya meluas, tidak hanya bergaul dengan orang-orang Babel, tetapi juga lebih luas. Ini tentu bisa menambah jaringan,” ujarnya. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *