banner 728x250

Keracunan yang Diduga Setelah Mengkonsumsi MBG Terus Bertambah di Batang

Pasien yang Diduga Keracunan Setelah Mengkonsumsi MBG di RSUD Batang (Foto/Ist)

Batang-Jateng, Frekuensi Informas – Hingga Jumat (25/9/2026) pagi, jumlah korban keracunan setelah mengkonsumsi MBG mencapai 498 orang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Ketua Satgas MBG Batang, yang juga Wakil Bupati, Suyono mengatakan, dari 498 orang tersebut, sebanyak 159 orang telah dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes). Sementara 319 orang menjalani rawat jalan dan 20 lainnya masih menjalani rawat inap di puskesmas.

“Terperiksa itu 498 per Jumat pagi ini,” kata Suyono saat ditemui wartawan di RSUD Batang, Jumat (25/8/2026).

Korban keracunan Di RSUD Batang sendiri kata Suyono, tercatat 90 korban telah mendapatkan perawatan. Dari jumlah tersebut, 28 orang telah diperbolehkan pulang, sedangkan 62 orang masih menjalani perawatan.

Direktur RSUD Batang Tri Handayani membenarkan data tersebut. Menurut dia, masih ada korban lain yang berpotensi dirujuk ke RSUD Batang.

“Ini masih ada yang mau dirujuk lagi juga,” ujar Tri Handayani.

Di sisi lain, Suyono menyebutkan, kondisi korban yang menjalani perawatan pada Jumat pagi secara umum mulai membaik. “Alhamdulillah tidak ada yang meninggal, semuanya teratasi dengan baik,” kata dia.

Untuk menampung korban yang terus berdatangan, fasilitas kesehatan terpaksa menambah kapasitas tempat tidur.

Menurut Suyono, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) turut membantu penyediaan kebutuhan penanganan korban.

“Tapi semuanya hari ini sudah agak membaiklah, mudah-mudahan cepat pulang,” kata dia. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi menyampaikan, terdapat 461 korban dugaan keracunan MBG hingga Kamis (24/9/2026) malam pukul 20.00 WIB.

Sebanyak 154 orang dirujuk, 286 orang menjalani rawat jalan, sedangkan 20 orang menjalani rawat inap di Puskesmas Bawang.

Kasus dugaan keracunan MBG Selain itu, korban juga mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan lain, yakni 77 orang di RSUD Batang, 48 orang di RSUD Limpung, 17 orang di Puskesmas Subah, delapan orang di Puskesmas Gringsing 1, dan tujuh orang di Puskesmas Bandar 1. Data tersebut kemudian kembali bertambah hingga Jumat pagi.

Kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang mulai dilaporkan pada Rabu (23/9/2026). Saat itu, jumlah korban yang tercatat mencapai 276 orang. Hingga Kamis (24/9/2026) dini hari, ambulans terus berdatangan dan membawa warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit.

Jumlah korban kemudian meningkat drastis. Pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB, Bupati Batang, M Faiz Kurniawan menyebutkan, jumlah korban telah mencapai 411 orang.

Saat itu, sebanyak 119 orang telah dirujuk, 20 orang menjalani perawatan di Puskesmas Bawang, sedangkan 272 lainnya menjalani rawat jalan.

Diberitakan sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sejumlah ketidaksesuaian di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.

Berdasarkan pemeriksaan CCTV, pengolahan makanan diketahui dimulai Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, sehari sebelum makanan dibagikan pada Selasa (22/8/2026) pagi. Padahal, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), pengolahan makanan seharusnya dilakukan setelah pukul 02.00 WIB. BGN juga menemukan sejumlah persoalan terkait standar fisik bangunan dan pengelolaan limbah di dapur SPPG tersebut. Operasional SPPG Bawang kemudian dihentikan sementara selama 30 hari untuk evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut.  (Tot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *