banner 728x250

Petugas Pemadaman Karhutla Terhambat karena Jalan Becek Akibat Intensitas Hujan Sedan 3 hari Berturut-Turut

Jalan Berlumpur Akibat Intensitas hujan Selama 3 Hari Berturut-Turut di OKI Hambat Petugas Pemadaman Karhutla Menuju Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Foto/Ist)

Sumsel, Frekuensi Informasi – Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, petugas Manggala Agni terpaksa menggunakan traktor untuk mengangkut sebagian peralatan menuju lokasi kebakaran. Hal itu disebabkan hujan dengan intensitas sedang selama tiga hari berturut-turut.

Kendati hujan dengan intensitas sedang selama tiga hari berturut-turut mengguyur Kabupaten OKI, namun belum mampu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan tersebut.

Di sisi lain, hujan membuat akses menuju lokasi kebakaran sulit dilalui hingga mobil pengangkut peralatan pemadaman sempat terjebak.

Ferdian menjelaskan, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah OKI, yakni Talang Rimba, Pedamaran Timur, dan Pangkalan Lampam. Sementara itu, kebakaran di luar OKI masih terjadi di Kabupaten Muara Enim.

Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman di Talang Rimba dan Pedamaran Timur. Berdasarkan patroli udara, petugas juga menemukan titik kebakaran tambahan di Pangkalan Lampam. “Kami sedang penanganan di Talang Rimba tadi dan Pedamaran Timur. Tadi ada tambahan dari patroli udara terlihat ada di Pangkalan Lampam juga. Kalau yang Muara Enim sudah mulai mopping up hari ini,” ujarnya.

Menurut Ferdian, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam pemadaman. Hujan yang turun belum tentu mampu menjangkau lapisan gambut di bawah permukaan tanah, tempat bara api bisa bertahan dan memicu kebakaran kembali. Karena itu, petugas membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk memastikan api benar-benar padam.

Pemadaman saat ini masih mengandalkan tim satgas darat dengan dukungan operasi udara. Bantuan helikopter untuk water bombing masih dalam tahap persiapan.

Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah berjalan untuk membantu upaya penanganan karhutla. “Water bombing masih persiapan untuk dukungan. OMC sekarang sudah jalan tiga sortie,” tutup Ferdian.  (Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *