Kota Bekasi, Frekuensi Informasi – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menerima kunjungan kerja Kungker anggota DPRD Kota Depok untuk membahas strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), bertempat di Ruang Rapat Kantor Wakil Wali Kota Bekasi.
Rombongan Komisi B DPRD Kota Depok dipimpin Hj. Yeti Wulandari selaku Koordinator Komisi B, bersama H. Hamzah selaku Ketua Komisi B. Pertemuan berlangsung dalam suasana komunikasi dua arah yang saling mengisi.
Dalam pertemuan tersebut, Wawali Harris didampingi sejumlah ASN dari SKPD terkait. Kehadiran perangkat daerah ini menegaskan keseriusan Pemkot Bekasi dalam mendukung penguatan ekonomi perkotaan melalui peningkatan investasi, pemberdayaan UMKM, serta penguatan sektor perdagangan dan jasa.
Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan perekonomian masyarakat perkotaan, pengumpulan data potensi daerah, serta strategi yang diterapkan Pemkot Bekasi dalam mengoptimalkan aset dan aktivitas ekonomi warga.
Salah satu strategi yang digali rombongan Depok adalah pola kolaborasi lintas OPD. Pemkot Bekasi menerapkan skema kerja terpadu, di mana pembiayaan program tidak dibebankan pada satu OPD saja.
Contohnya, saat Dinas Pemuda dan Olahraga memiliki keterbatasan anggaran, OPD lain seperti Dinas PU dan Dinas Pariwisata dapat berkontribusi sesuai kewenangannya untuk mendukung program yang sama.
Perhatian khusus juga diberikan pada pengembangan kawasan olahraga dan ruang publik sebagai penggerak ekonomi. Pemkot Bekasi mendorong konsep Sports City agar stadion dan GOR tidak hanya jadi tempat olahraga, tetapi juga pusat interaksi sosial dan rekreasi.
Kawasan tersebut berpotensi besar mendongkrak PAD melalui:
1. Penyewaan multifungsi: GOR dan stadion dapat disewa untuk pertandingan profesional, konser musik, festival, dan kegiatan masyarakat berskala besar.
2. Efek pengganda: Diharapkan mendongkrak sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, kuliner, dan jasa lainnya karena kunjungan masyarakat dari luar daerah.
3. Pengelolaan profesional: Termasuk pengelolaan parkir dan utilitas di kawasan terpadu.
Pemkot Bekasi juga telah menjalin kemitraan internasional melalui konsep Sister City dengan mitra dari Korea Selatan. Kerja sama ini bertujuan menyerap pengetahuan dalam pengelolaan kawasan olahraga terpadu berstandar internasional.
Strategi lain yang dibahas adalah integrasi UMKM, khususnya kuliner, ke dalam aktivitas Sports City.
Pemkot Bekasi menyediakan Food Zone yang tertata di area stadion. Dengan skema event-based UMKM bisa langsung menjangkau konsumen dalam jumlah besar saat ada kegiatan.
Selain itu, UMKM binaan juga difasilitasi untuk berjualan di Car Free Day (CFD) dengan biaya sewa yang tidak memberatkan. Sebagai bentuk dukungan, Pemkot juga melakukan jemput bola pembuatan NIB gratis agar UMKM memiliki legalitas dan bisa berjualan di ruang usaha resmi.
Pemkot juga mendorong kolaborasi UMKM kuliner dengan pusat perbelanjaan di sekitar Sports City untuk menciptakan captive market dan memperluas pemasaran produk lokal.
“Pengembangan ekonomi perkotaan tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal,” tegas Wawali Harris.
Kunjungan ditutup dengan dialog interaktif, foto bersama, dan tukar cinderamata sebagai bentuk penguatan hubungan kelembagaan antara Pemkot Bekasi dan DPRD Kota Depok.
Pemkot Bekasi menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang. Hasil kunjungan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan dasar perumusan kebijakan ke depan agar program pembinaan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. (M. Aritonang)















