banner 728x250

Presiden Prabowo: Kritik yang Menurunkan Semangat Rakyat Itu Tak Bertanggung Jawab

Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto/Ist)

Jakarta, Frekuensi Informasi – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, sebuah kritik memang bagus dan diperlukan. Namun, ia menilai, jika kritik menurunkan semangat rakyat Indonesia, hal ini sangat tidak bertanggung jawab.

“Kritik itu bagus. Kritik harus. Kalau tidak dikritik kita sebetulnya bisa tersesat. Tapi, kritik untuk menurunkan semangat, dan terutama menurunkan semangat rakyat, ini menurut saya sangat tidak bertanggung jawab,” kata Prabowo, dalam siaran Presiden Menjawab, dikutip Kamis (17/9/2026). Hal ini ditegaskan Prabowo saat sedang membahas soal investasi dan perekonomian Indonesia.

Menurut dia, banyak pihak menilai, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia di masa depan. Di sisi lain, saat ini ada juga pakar-pakar yang masih pesimis dengan Indonesia.

“Tapi, ada pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar saya enggak tahu ya, yang selalu menjatuhkan diri sendiri. Ya, ‘Bulan Agustus akan collapse,’ gimana, Enggak, saya tidak mengerti,” ujar dia.

Menurut Prabowo, prediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat juga disampaikan Goldman Sachs.

“Semua orang, semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi keenam, kelima, keempat di dunia. Dalam tahun 2050 which is 25 tahun ke depan. Bayangkan. Ya kan, ini, ini Goldman Sachs, Goldman Sachs, Indonesia ekonomi keempat,” ungkap dia. Selain itu, Hugh White seorang analis pertahanan dan kebijakan luar negeri dari Australia juga menyebut Indonesia akan menjadi negara besar, namun masih belum menyadarinya.

Prabowo menilai, mungkin orang Indonesia masih memiliki rasa rendah diri akibat pernah dijajah ratusan tahun. “Mereka sudah menganggap we are going to be a great power. Hanya ada sesuatu ya, dia bilang Indonesia-nya yang enggak sadar. Dan elite Indonesia itu, apa mungkin kita sudah apa ya, ada inferiority complex, ada rasa rendah diri. Mungkin akibat ratusan tahun dijajah ya kan. Jadi we have an inferiority complex I think. Ini dunia ekonomi kita bagus,” tutur dia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *