Jakarta, Frekuensi Informasi – TNI Angkatan Udara (AU) mengirim pilot jet tempur Rafale ke Perancis untuk memperdalam ilmu penggunaan senjata dan taktik perang udara. “Kita kirim beberapa orang ke Perancis. Kita perlu meng-upgrade kemampuan weapon course (penggunaan senjata), meng-upgrade taktik pertempuran udara dan sebagainya, ini kita masih perlu belajar,” kata Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Tedi, pelatihan itu diperlukan agar para pilot Rafale Indonesia dapat mengoperasikan jet tempur itu secara maksimal. Namun, Tedi tidak merinci terkait pelatihan tersebut, termasuk jumlah pilot yang dikirim ke Perancis.
Tedi mengungkapkan, pelatihan dasar menerbangkan Rafale sendiri sudah bisa dilakukan di Indonesia. “Sudah, di Pekanbaru,” ujar dia.
Di Lanud Roesmin Nurjadin, para penerbang menjalani latihan menggunakan flight simulator Rafale yang dibimbing pelatih khusus. Dengan adanya fasilitas latihan mandiri di Lanud Roesmin Nurjadin, Tedi berharap TNI AU dapat lebih mandiri dalam mendidik dan melahirkan penerbang baru Rafale.
Sebelumnya, TNI AU memastikan hingga saat ini proses pelatihan untuk calon penerbang pesawat tempur Rafale masih berlangsung.
“Pelatihan penyiapan sumber daya manusia sedang berjalan dan terus berjalan hingga seluruh pesawat datang,” kata Komandan Skadron 12 Letkol Pnb Binggi “Rayden” Nobel, saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (5/18).
Menurut Binggi, pihaknya telah memiliki delapan pilot pesawat tempur Rafale tahun ini. Kedelapan pilot itu dipilih setelah sebelumnya menjalankan pelatihan dan seleksi yang ketat oleh pihak TNI AU. Sebelum menjalani latihan, TNI memilih para calon penerbang Rafale berdasarkan pengalaman dan jam terbang tinggi sebagai penerbang tempur.
Setelah seluruh syarat telah terpenuhi, barulah para penerbang yang telah terpilih diizinkan untuk menjalani latihan sebagai calon pilot Rafale. Dia melanjutkan, selama pelatihan, para calon pilot Rafale mempelajari ragam materi dari mulai teknis hingga praktik. Bahkan, para calon pilot itu sempat menjalani pelatihan di Perancis, negara tempat Rafale dibuat. (Joe)
(Berita Disadur dari Kompas.com)















