banner 728x250

Bupati Mamasa Minta SPPG Tanggung Jawab Terhadap Korban Keracunan yang Diduga Setelah Mengkonsumsi MBG

Orangtu Siswa yang Diduga Keras Keracunan Makanan Setelah Mengkonsumsi MBG (Foto/Ist)

Sulawesi, Frekuensi Informasi – Bupati Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Welem Sambolangi, menginstruksikan seluruh puskesmas untuk melakukan pemeriksaan ke sekolah-sekolah pasca-kejadian dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Instruksi itu disampaikan setelah jumlah siswa yang mengalami keluhan terus bertambah. Hari ini, jumlah siswa disebut sudah mencapai 20 orang.

Welem mengatakan pengecekan ke sekolah penting untuk memastikan kondisi kesehatan siswa, sekaligus mengantisipasi bertambahnya jumlah korban. “Hari ini saya minta seluruh Puskesmas untuk memeriksa dan mengecek seluruh sekolah yang mengonsumsi MBG kemarin,” kata Welem Sambolangi kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2026).

Selain itu, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola makanan diminta agar terus memantau kondisi siswa yang mengonsumsi MBG. Jika ditemukan keluhan, siswa diminta segera mendapatkan pelayanan medis.

“Kita sudah sampaikan ke pengelola, umumkan kalau ada anak-anak mengalami gejala, silakan melaporkan ke Puskesmas,” harapnya.

SPPG Tabulahan Diminta Tanggung Jawab Welem juga meminta SPPG Tabulahan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Penyedia MBG harus melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya minta SPPG bertanggung jawab atas risiko yang dialami para siswa,” tegasnya. Sementara itu, BGN diharapkan untuk mengevaluasi dapur MBG, terutama karena cakupan penerima manfaat dinilai terlalu banyak. Menurutnya, kapasitas dapur harus disesuaikan dengan jumlah makanan yang disiapkan dan didistribusikan agar kualitas serta keamanan makanan tetap terjaga.

“Apapun hasil lab nanti, tetap perlu dievaluasi dari segi pengelolaan. Karena satu dapur terlalu banyak melayani. Masa cakupan satu dapur penerimanya sampai 3 ribu,” ujarnya. Sebab kata dia, dengan kondisi cakupan dapur yang ada, hal itu sangat rawan terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada siswa

“Kalau masak banyak pasti waktu masaknya cepat, jadi pas disajikan bisa membuat makanan cepat basi,” tegasnya.

Tinjau Langsung Siswa di Puskesmas:

Welem mengaku akan terus memantau perkembangan kasus ini. Dia juga telah mengunjungi langsung sejumlah pasien siswa yang tengah dirawat di Puskesmas Tabulahan. Welem menyebut kunjungannya ke Puskesmas Tabulahan untuk memastikan kondisi siswa yang masih menjalani perawatan, serta melihat langsung penanganan medis yang diberikan tenaga kesehatan.

“Kemarin kami sudah meninjau langsung kondisi para siswa yang dirawat di Puskesmas Tabulahan, Kecamatan Tabulahan, akibat dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Saya hadir langsung untuk memastikan penanganan medis agar berjalan optimal,” kata Welem. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *