Kuningan, Frekuensi Informasi – Aksi heroik dilakukan oleh Darsa alias Dodo (51), seorang relawan dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Rimba Mekar, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Di tengah upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Darsa alias Dodo (51) berhasil menyelamatkan seekor anak surili (Presbytis comata), satwa endemik Jawa Barat yang dilindungi.
Kisah penyelamatan ini terungkap berawal ketika Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat mengunggah sebuah video di akun media sosial Instagram nya @hermansuryatman. Herman menceritakan seorang relawan yang berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan anak Surili di tengah proses pemadaman Karhutla.
Kepada awak media di posko penanganan Karhutla di Pawasahan, Dodo menceritakan kisah tersebut. Cerita ini berawal ketika Dodo bersama rekan-rekan relawan hendak melakukan pemadaman pada Kamis (22/10/2026) malam. Dodo fokus menelusuri sumber suara yang mencurigakan di tengah kepulan asap tersebut.
Dodo mengatakan, pohon saninten tempat satwa tersebut berlindung kondisinya sudah mengering dan layu akibat terbakar. Di salah satu dahan pohon tersebut, Dodo mendapati seekor anak surili bersembunyi dalam kondisi lemas.
Dia menduga, satwa malang itu lemas akibat terlalu lama terpapar asap dan terpisah dari induknya. Hal ini terbukti dari kondisi pohon yang hangus terbakar. Dodo yang tidak tega berusaha menyelamatkan anak Surili tersebut. Dia naik untuk menggapai dari pohon tersebut hingga akhirnya berhasil diselamatkan. Dodo yang membawa susu putih kemasan sebagai perbekalan berinisiatif memberikan susu tersebut kepada sang anak surili.
Dodo tak menyangka, satwa yang mungil tersebut mau. Dia terus meminum susu hingga akhirnya tampak segar. Setelah diberi minum, anak surili tersebut kemudian diamankan ke dalam tenda darurat posko pemadaman sementara para relawan terus berjibaku menjinakkan si jago merah.
Keesokan harinya, Jumat (24/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, setelah situasi api dinilai mulai aman dan terlokalisir, para relawan hendak berpindah lokasi. Namun, para relawan berembuk untuk mengembalikan satwa dilindungi tersebut ke habitat aslinya.
Mereka bersepakat untuk mencari kelompok Surili untuk mengembalikan anakan Surili kepada induknya. Setelah menyusuri kawasan hutan ke arah selatan sejauh kurang lebih 300 hingga 500 meter, para relawan akhirnya mendapati gerombolan suri liar yang tengah berputar-putar.
Meski sempat diliputi rasa ragu dan khawatir terhadap reaksi induknya, relawan memutuskan meletakkan anak surili tersebut di atas tanah dengan jarak sekitar 10 meter dari posisi kelompok suri liar.
Tak lama berselang, induk suri tersebut turun mendekati lokasi, menghampiri, dan langsung menggendong kembali anaknya untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.
Di akhir video viral itu, Herman menyebut, aksi yang dilakukan Dodo sangat mulia. Dia mengapresiasi upaya Dodo mengevakuasi anak Surili bersama rekan relawan lainnya mencari dan menyerahkan hingga kembali ke induknya. (Joe)















