banner 728x250

Tak Punya Ponsel hingga Takut Bantuan Hilang Menjadi Kendala Warga Daftar Bansos Digital

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Foto/Ist)

Jakarta, Frekuensi Informasi – Kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital, mulai dari tidak memiliki handphone hingga takut kehilangan bantuan sosial setelah melakukan pendaftaran ulang.

Kendala tersebut menjadi alasan pemerintah membutuhkan agen Perlinsos untuk membantu masyarakat mengakses layanan digital, khususnya dalam proses registrasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial.

Demikian Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, sehingga dibutuhkan agen Perlinsos untuk membantu masyarakat mengakses layanan digital.

Hal itu diungkap Gus Ipul saat menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas PPPK dan Pilar-Pilar Kementerian Sosial dalam Mendukung Transformasi Digitalisasi Bantuan Sosial serta Pendampingan KPM Menuju Graduasi Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).

Gus Ipul menjelaskan, salah satu kendala yang ditemukan adalah masih adanya masyarakat yang tidak memiliki telepon pintar untuk mengakses layanan digital pemerintah. Selain itu, sebagian masyarakat sebenarnya sudah memiliki smartphone, tetapi belum memahami cara menggunakannya untuk melakukan pendaftaran.

Gus Ipul mengatakan, kendala lainnya adalah kekhawatiran masyarakat terhadap keberlanjutan bantuan sosial yang selama ini mereka terima.

Berita Terkait: https://frekuensiinformasi.com/2026/10/26/kadinsos-robert-siagian-warga-perlu-gotong-royong-jadi-agen-perlinsos/

Sebagian warga merasa tidak percaya diri untuk melakukan pendaftaran secara mandiri karena khawatir proses registrasi ulang justru menyebabkan bantuan sosial mereka dihentikan.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa transformasi digital layanan perlindungan sosial tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem pendaftaran. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan agar dapat mengakses layanan tersebut.

Karena itu, Kemensos mengajak berbagai unsur masyarakat untuk terlibat sebagai agen Perlinsos yang membantu warga di lingkungan terdekat. Gus Ipul menyebut, agen Perlinsos berasal dari berbagai unsur, terutama pilar-pilar sosial di bawah Kemensos.

Mereka meliputi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Karang Taruna.

Kemensos juga mengajak pendamping desa, penyuluh pertanian, kader keluarga berencana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan dari berbagai komunitas untuk membantu masyarakat mengakses layanan digital pemerintah.

Secara khusus, Gus Ipul mewajibkan pendamping PKH menjadi agen Perlinsos sekaligus mendaftarkan seluruh keluarga yang mereka dampingi.

Gus Ipul berharap, keterlibatan para agen dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan Perlinsos Digital sekaligus mendukung pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Melalui upaya tersebut, pemerintah menargetkan data penerima bantuan sosial semakin akurat sehingga penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran.  (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *