banner 728x250

Rano Karno: Satukan Hati, Wujudkan Aksi Tidak Berhenti Pada Gelar atau Selempang

Jakarta, Frekuensi Informasi – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengingatkan bahwa peran Abang dan None Jakarta tidak berhenti pada gelar atau selempang.

“Menjadi Abang None bukan semata-mata tentang selempang atau gelar. Ada nama Jakarta yang harus dijaga, citra kota yang perlu diperkenalkan, sekaligus nilai-nilai budaya yang mesti terus dirawat,” ujar Rano dalam siaran persnya, Sabtu (19/9/2026).

Pesan tersebut disampaikan Rano saat menghadiri Grand Final Abang None Jakarta 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Ajang ke-54 yang mengusung tema “Satukan Hati, Wujudkan Aksi” itu menjadi puncak rangkaian seleksi dan pembekalan yang telah dijalani para finalis. Rano mengapresiasi kerja keras dan komitmen para finalis dalam mengikuti proses tersebut sekaligus mengenal Jakarta lebih dekat.

Dibekali pengetahuan tentang Jakarta, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, proses yang dijalani para finalis tidak hanya berkaitan dengan penampilan atau kemampuan berada di atas panggung.

Mereka juga mendapat pembekalan mengenai berbagai sisi Jakarta, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga aspek lain yang berkaitan dengan peran Abang dan None. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi modal bagi mereka dalam menjalankan peran sebagai representasi Jakarta.

“Jakarta sendiri terus bergerak. Kota ini tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang, sekaligus berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai budaya, komunitas, kreativitas, kuliner dan aktivitas ekonomi,” kata Andhika dikutip frekuensiinformasi, Sabtu (19/9).

Karena itu, Abang dan None tidak hanya diharapkan memperkenalkan tempat-tempat yang dapat dikunjungi di Jakarta.

Mereka juga membawa tugas untuk menceritakan kota secara lebih utuh, mulai dari budaya dan sejarah, kreativitas masyarakat, kehidupan komunitas, hingga kuliner.

Jika sebelumnya promosi destinasi banyak dilakukan melalui panggung, pertemuan, atau kegiatan tatap muka, platform digital kini menjadi salah satu ruang untuk membangun citra Jakarta dan berkomunikasi dengan publik. Rano mendorong Abang dan None Jakarta untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Cerita mengenai Jakarta dapat disampaikan melalui berbagai medium dengan tetap mengedepankan kreativitas, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Peran tersebut menjadi relevan karena generasi muda kini tidak hanya menjadi audiens, tetapi juga ikut menciptakan cerita mengenai sebuah destinasi melalui pengalaman dan perspektif mereka.

Dalam konteks itu, Abang None Jakarta diharapkan menjadi penghubung antara Jakarta, generasi muda, dan masyarakat lebih luas dengan cara komunikasi yang dekat dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya kota. Bawa Jakarta menuju lima abad Peran Abang None juga dikaitkan dengan perjalanan Jakarta menuju usia lima abad.

Jakarta dinilai terus berkembang sebagai kota modern, tetapi pada saat yang sama memiliki lapisan sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari identitasnya.

Dalam konteks itu, Abang None Jakarta diharapkan menjadi penghubung antara Jakarta, generasi muda, dan masyarakat lebih luas dengan cara komunikasi yang dekat dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya kota.

Bawa Jakarta menuju lima abad Peran Abang None juga dikaitkan dengan perjalanan Jakarta menuju usia lima abad. Jakarta dinilai terus berkembang sebagai kota modern, tetapi pada saat yang sama memiliki lapisan sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari identitasnya.

Namun, bagi para finalis, berakhirnya kompetisi bukan berarti berakhir pula kesempatan untuk berkontribusi. Baik peserta yang mendapatkan gelar maupun yang belum terpilih diharapkan dapat menerjemahkan pengetahuan, pengalaman, dan energi selama pemilihan menjadi karya serta kontribusi bagi Jakarta.

“Harapannya, Abang dan None Jakarta 2026 dapat membawa energi baru dalam perjalanan Jakarta menuju lima abad. Tidak hanya menjadi representasi yang tampil di depan publik, tetapi juga ikut memperkenalkan budaya Jakarta agar melangkah lebih jauh dan dikenal dunia,” ujar Lucky. (Joe)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *