banner 728x250

Dari Bantul Untuk Bekasi: Ketua TP PKK Wiwiek Hargono Gali Ilmu Kemandirian Di SLB N 1 Bantul

Batik Hijau Rombongan Suri Tiru dari Kota Bekasi (Foto/Dokpim)

Kota Bekasi, Frekuensi Informasi – Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto selaku Pembina SLB Patriot Kota Bekasi, melakukan studi tiru ke SLB Negeri 1 Bantul, DIY, Jumat 11 September 2026.

Kegiatan ini diikuti Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Chondro Wibowo bersama para guru SLB Patriot Kota Bekasi. Tujuannya menggali praktik baik penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, terutama dalam pengembangan potensi, keterampilan, dan kemandirian siswa.

SLB Negeri 1 Bantul merupakan sekolah inklusif yang melayani jenjang TKLB hingga SMALB. Pembelajaran disesuaikan dengan kondisi, potensi, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Visi sekolah ini jelas: memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan berkualitas agar peserta didik mampu hidup mandiri.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan SLB Patriot melihat langsung proses pembelajaran akademik maupun program khusus penunjang kemandirian. Program itu meliputi:
1.  OMKS (Orientasi Mobilitas dan Keterampilan Sosial)
2.  Pengembangan Diri: Gerak, Sosial dan Komunikasi, Keterampilan Diri

Yang menjadi sorotan utama adalah program keterampilan. Siswa dibekali kemampuan sesuai minat dan potensi melalui:
Tata Boga, Kriya Kayu, Tata Busana, Teknologi Informasi, Pertanian, Desain Grafis, Batik, Cuci Motor, hingga Pembuatan Souvenir.

Tidak berhenti di sekolah, SLB N 1 Bantul aktif membangun kerja sama dengan dunia usaha. Hasilnya, sejumlah lulusan dan peserta didik sudah mampu bekerja mandiri di bidang kerajinan, bahkan diterima bekerja di perusahaan, seperti : Honda dan Alfamart.

Wiwiek Hargono menyampaikan kesan mendalam setelah melihat langsung praktik baik di Bantul.

“Kami datang ke SLB Negeri 1 Bantul untuk belajar dan melihat secara langsung praktik-praktik baik yang sudah dilakukan. Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana anak-anak diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya masing-masing,” kata Wiwiek.

Wiwik menegaskan, pendidikan ABK harus memberi bekal untuk kehidupan setelah lulus.
“Harapannya, anak-anak kita tidak hanya mendapatkan pendidikan di dalam kelas, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk menjadi lebih mandiri. Kita ingin mereka memiliki kepercayaan diri, mampu berkarya, bahkan kalau memungkinkan bisa memiliki pekerjaan atau usaha sesuai dengan kemampuan mereka,” jelasnya.

Wiwiek menyebut pengalaman dari SLB N 1 Bantul akan menjadi masukan berharga. Program-program baik akan dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik di Kota Bekasi.

Menurut Wiwik, studi tiru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kualitas layanan SLB Patriot, terutama dalam pengembangan keterampilan, pembentukan karakter, dan persiapan peserta didik agar mampu beradaptasi serta hidup mandiri di masyarakat.

Dengan mengintegrasikan akademik, sosial, komunikasi, keterampilan, dan pengalaman kerja lanjut Wiwik, pendidikan ABK diharapkan memberi kesempatan lebih luas bagi setiap anak untuk tumbuh, berkarya, dan memiliki masa depan sesuai potensinya. (Fiek/Dokpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *