banner 728x250

Jaga Pelajar, Polres Metro Bekasi Kota Bangun Sinergitas dengan Kepala Sekolah

Pertemuan Polrestro Bekasi Kota dengan Ratusan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Swasta (Foto/Ist)

Kota Bekasi, Frekuensi Informasi – Bangun sinergitas bersama pihak SMKN dan Swasta, Polrestro Bekasi Kota mengadakan pertemuan bersama 127 kepala sekolah di Aula SMA Negeri 1 Kota Bekasi, Selasa (15/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah dan Polrestro Bekasi kota membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan program Jaga Pelajar di lingkungan pendidikan Kota Bekasi.

Personel Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek berperan sebagai Bapak Asuh pada setiap kelas SMK. Kehadiran mereka diharapkan mempererat keterhubungan antara pelajar, sekolah, keluarga, dan kepolisian sehingga persoalan yang dihadapi siswa dapat dikenali lebih awal.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Rina Parlina, S.IP., M.M., mengatakan, pendidikan generasi muda memerlukan kesinambungan dan keselarasan langkah.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar mutu akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan perlindungan terhadap anak. Sekolah, keluarga, dan kepolisian perlu bergerak beriringan agar proses pendidikan berlangsung secara utuh dan pelajar tidak terseret ke dalam perilaku yang mengarah pada pelanggaran hukum,” ujar Rina.

Personel yang ditunjuk sebagai Bapak Asuh akan berinteraksi secara berkala dengan kelas yang menjadi pendampingannya serta berkoordinasi dengan wali kelas dan guru bimbingan konseling. Interaksi tersebut membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, maupun hal-hal yang memerlukan perhatian sehingga tindak lanjut dapat dilakukan secara tepat.

Ketua FKKS SMK Kota Bekasi Wawan Kuswandi, M.Pd., memandang perlindungan terhadap siswa sebagai bagian penting dalam memelihara stabilitas Kota Bekasi. “Keamanan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Ketika mereka berada di luar rumah dan sekolah, diperlukan kepedulian masyarakat serta keterlibatan kepolisian. Kehadiran Bapak Asuh memberi sekolah mitra yang dapat segera diajak bertindak ketika siswa membutuhkan bantuan,” tuturnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyoroti derasnya arus informasi digital yang dapat memengaruhi cara pelajar memahami suatu peristiwa. “Hoaks, misinformasi, dan disinformasi dapat membentuk persepsi yang keliru, menggerakkan emosi, serta mendorong keputusan tanpa pemahaman yang utuh. Jika dibiarkan berkembang, informasi semacam itu dapat menjadi pemicu peristiwa yang berujung pada tragedi,” kata Putu Kholis.

Ia menegaskan, pelajar tidak boleh dimanfaatkan atau digerakkan secara sengaja untuk terlibat dalam aksi massa tanpa memahami tujuan dan risikonya. “Anak-anak tidak boleh dimobilisasi, dieksploitasi, apalagi dijadikan martir dalam suatu peristiwa. Keselamatan dan hak belajar mereka harus ditempatkan di atas kepentingan apa pun,” tegasnya.

Putu Kholis menambahkan, Jaga Pelajar mengutamakan pencegahan melalui pendampingan dan komunikasi yang berkelanjutan. “Menjaga anak berarti menjaga masa depan bangsa. Kita ingin para pelajar tumbuh dengan rasa aman, mampu menyaring informasi secara kritis, memiliki ruang untuk berkarya, dan mempunyai arah yang jelas dalam meraih cita-cita,” pungkasnya (M. Aritonang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *