banner 728x250

Sikap Saya Tetap Radical Break, Cuma Pindah dari Luar ke Dalam Kata Rocky Gerung

Rocky Gerung Menjawab Pertanyaan Wartawan (Foto/Ist)

Jakarta, Frekuensi Informasi – Ya kan cuma pindah, saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break, demikian Rocky Gerung usai dilantik menjadi Watimpres oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Rocky Gerung menegaskan sikapnya akan tetap kritis meski sudah masuk ke pemerintahan.

“Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan tuh,” kata Rocky sembari mengatakan, sebab, pasti akan ada persepsi negatif dan positif terkait kebijakan pemerintah.

Rocky mengaku tidak punya alasan untuk menolak tawaran Presiden RI Prabowo Subianto ini, sehingga memutuskan bergabung Wantimpres. Dia menekankan, tugas Wantimpres bukan mengkritik kebijakan tetapi memiliki fungsi kritis.

Oleh karenanya, Wantimpres akan berperan untuk melihat detail persoalannya dan memberikan pertimbangan ke kepala negara. “Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan. Penetapannya ada pada presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden. Itu cara kerja dari dewan penasihat ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rocky menjelaskan bahwa Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis. Lewat kedudukan etis, menurutnya, Wantimpres punya kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan, serta memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan agar sesuai dengan visi presiden.

Selain itu, Wantimpres juga disebut punya fungsi yang lebih politis, yaitu memonitor situasi politik dan situasi kebudayaan. Dia menyebut semua hal yang akan dibicarakan di dalam Wantimpres didasarkan pada tanggung jawab etis dari masing-masing anggota, bukan tanggung jawab kelompok.

“Karena itu pertanggungjawaban pertama adalah kemampuan untuk mengambil jarak dari peristiwa-peristiwa konkret,” ucapnya. “Jadi dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkret harian. Diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik,” lanjutnya.  (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *